Islam dan Sains untuk Dunia yang Berkelanjutan
Tahun ini, AICIS+ juga menghadirkan Riset Expo, yang menampilkan karya penelitian dari madrasah unggulan hingga perguruan tinggi Islam. “Beberapa hasil riset siswa madrasah bahkan siap dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus. Ini bukti bahwa dunia pendidikan Islam kini memiliki ekosistem riset yang produktif,” tambah Amien. Ia menjelaskan bahwa tanda “plus (+)” pada AICIS+ mencerminkan perluasan horizon keilmuan Islam yang menghubungkan agama, sains, dan kebijakan publik.
Suasana konferensi semakin hidup dengan kehadiran para mahasiswa internasional. Salah satunya, Waseem Ahmad Nadaf dari India, menyebut AICIS+ sebagai forum yang inspiratif dan inklusif. “AICIS+ bukan hanya konferensi, tetapi festival ilmu. Di sini semua orang bisa berbagi gagasan lintas budaya dan agama,” katanya dengan antusias.
Dengan dibukanya AICIS+ 2025, Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam mencari solusi global melalui keilmuan Islam yang terbuka, inovatif, dan multidisipliner. AICIS+ menjadi ruang lahirnya kolaborasi antarnegara, sekaligus menegaskan peran Islam sebagai kekuatan pencerahan bagi dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!