ISHG Anjlok 7,9 Persen ke Level 5.996
VISI.NEWS | JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), dengan penurunan sebesar 7,9% ke level 5.996,14. Ini menjadi salah satu koreksi terdalam IHSG dalam beberapa tahun terakhir. Anjloknya indeks mencerminkan sentimen pasar yang sangat negatif, baik dari faktor eksternal maupun domestik.
Sepanjang hari, tekanan jual terjadi secara masif. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 672 saham tercatat melemah, hanya 30 saham yang mampu menguat, dan 95 saham stagnan. Aksi jual besar-besaran terjadi merata di hampir seluruh sektor, memperburuk kondisi pasar sejak pagi hari.
Sebelumnya, IHSG dibuka langsung anjlok 9,19% ke level 5.912,06, yang memicu Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt selama 30 menit. Langkah ini diambil sesuai regulasi, yakni saat indeks mengalami penurunan lebih dari 8% dalam satu sesi perdagangan.
Setelah perdagangan kembali dibuka, indeks memang sedikit berbalik naik, namun tetap tidak mampu menahan tekanan jual hingga akhirnya ditutup melemah 7,9%. Hampir seluruh sektor berada di zona merah, terutama sektor keuangan, teknologi, dan infrastruktur yang mengalami koreksi paling dalam.
Volume transaksi hari ini cukup tinggi, mencerminkan tingginya tekanan jual di pasar. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 20,41 triliun dengan volume sebanyak 22,65 miliar saham dan 1,43 juta kali transaksi. Tingginya aktivitas menunjukkan kepanikan investor, terutama dari investor ritel.
Analis menyebut tekanan pasar hari ini sangat dipengaruhi oleh gejolak global yang tengah memanas, termasuk ketegangan geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga global. Sentimen negatif diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah dan kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik.
Kondisi ini membuat investor asing dan domestik mengambil sikap defensif. Tidak sedikit yang memilih keluar dari pasar saham sementara waktu untuk menghindari kerugian lebih dalam. Aksi jual investor asing juga tercermin dari meningkatnya nilai net sell selama beberapa hari terakhir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!