Iran-AS Gelar Perundingan Nuklir Baru di Roma, Ancaman Trump Membayangi
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 19 April 2025 | 21:45 WIB
VISI.NEWS | ITALIA - Iran dan Amerika Serikat memulai kembali pembicaraan soal program nuklir Iran di Roma, Italia pada Sabtu (19/4/2025), menandai upaya diplomatik baru setelah bertahun-tahun kebuntuan.
Putaran perundingan kali ini berlangsung secara tidak langsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan utusan Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, bertukar pesan melalui mediator dari Oman. Ini menjadi pembicaraan tingkat tinggi pertama sejak negosiasi langsung terakhir pada 2015 saat pemerintahan Presiden Obama.
Iran menegaskan komitmennya terhadap jalur diplomasi. Araqchi mengatakan bahwa semua pihak harus memanfaatkan momentum ini untuk mencapai kesepakatan yang adil, mengakui hak-hak nuklir Iran, dan menghapus sanksi ekonomi yang disebutnya tidak adil.
Italia, selaku tuan rumah, berharap Roma bisa menjadi pusat dialog dan perdamaian. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan dukungannya terhadap proses negosiasi dan menyerukan kerja sama untuk mencari solusi damai bagi Timur Tengah.
Sementara itu, Presiden Donald Trump tetap pada sikap kerasnya terhadap program nuklir Iran. Ia menyatakan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, namun tetap berharap Iran dapat menjadi negara yang sejahtera dan kuat.
Trump juga kembali meluncurkan kebijakan 'tekanan maksimum' terhadap Teheran sejak menjabat kembali awal tahun ini. AS menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium tingkat tinggi, yang dikhawatirkan dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Di sisi lain, Iran bersikukuh bahwa program nuklir mereka hanya untuk tujuan damai, dan bersedia menerima pembatasan dengan syarat sanksi dicabut serta ada jaminan kesepakatan tidak akan dibatalkan sepihak.
Sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir pada 2018, Iran telah melampaui sejumlah batasan yang disepakati dalam perjanjian 2015, termasuk dalam hal pengayaan dan penyimpanan uranium. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!