Irak dan UNESCO Pulihkan Situs Bersejarah Mosul
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 11 Februari 2025 | 22:26 WIB
VISI.NEWS | IRAK - Pada tahun 2014, Irak menghadapi masa kelam akibat serangan ISIS yang tidak hanya menyebabkan banyak korban jiwa tetapi juga merusak berbagai situs budaya dan sejarah. Kota Mosul di Irak utara menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan kehancuran masjid, gereja, serta artefak berharga lainnya. Warisan budaya dunia yang terdaftar di bawah perlindungan UNESCO turut menjadi sasaran.
Setelah militer Irak berhasil membebaskan Mosul pada tahun 2017, UNESCO bersama pemerintah Irak, Uni Emirat Arab, dan Uni Eropa memulai proyek restorasi besar-besaran. Lebih dari 140 juta euro diinvestasikan untuk memulihkan situs bersejarah seperti Masjid Al-Nouri, Biara Al-Saa'a, dan Gereja Al-Tahira. Kolaborasi ini juga melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari proses rekonstruksi untuk menciptakan 6.000 lapangan pekerjaan baru.
Rekonstruksi Masjid Al-Nouri dan menaranya yang terkenal, Al-Hadba, menghadapi tantangan besar. Namun, permintaan masyarakat untuk membangun kembali menara sesuai bentuk aslinya dihormati. Sebagian besar material asli digunakan kembali dalam proses rekonstruksi. Restorasi situs-situs tersebut tidak hanya memulihkan nilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol penting rekonsiliasi serta kohesi sosial bagi komunitas yang beragam di Mosul.
Dengan pembangunan fasilitas umum yang masih dalam proses, termasuk rencana pembukaan kembali Bandara Internasional Mosul pada 2025, proyek ini membawa harapan bagi Mosul untuk kembali bangkit sebagai pusat peradaban bersejarah Irak. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!