IOM Berkerja Sama dengan BPBD Kabupaten Bandung dalam Penanganan Perubahan Iklim
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menerima kunjungan dari International Organization for Migration (IOM) di Kantor BPBD Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (24/4/2025).
Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama didampingi Sekretaris BPBD Hendra Hidayat, dan para Kabid turut menyambut kehadiran jajaran IOM tersebut.
Perwakilan IOM itu yakni Davide Zappa (Perwakilan Uni Eropa), Bradley Mellicker (IOM Regional Bangkok), Stefano Bresaola (IOM Indonesia), Panjitresna (IOM Indonesia), dan Wisnu Prakoso (IOM Indonesia).
Uka Suska mengatakan bahwa IOM itu adalah organisasi non pemerintah, yang sebelumnya pernah bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Bandung pada tahun 2011.
"Kali ini, IOM kembali ke BPBD terkait dalam menghadapi perubahan iklim terhadap perpindahan penduduk. Hal ini IOM ingin kolaborasi kembali dan memberikan kontribusi terhadap pemerintah daerah, dalam hal ini BPBD Kabupaten Bandung," kata Uka Suska.
Terkait IOM itu, katanya, upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi perubahan iklim tersebut.
"IOM ini sudah minta penjelasan dari BPBD, apa-apa saja yang harus dilakukan. Selain daripada pembangunan infrastruktur sebagai bentuk rekayasa teknis yang sudah dilakukan," jelasnya.
Uka Suska mengutarakan dari pemerintah daerah, dalam hal ini BPBD yaitu ada tiga komponen yang harus dilakukan. Mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, kesadaran masyarakat dan rekayasa teknis.
"Dan memang alih fungsi lahan berpengaruh terhadap ozon. Hal ini IOM sudah minta penjelasan," ujarnya.
Ia pun mengatakan untuk kedepannya IOM akan memberikan bantuan-bantuan stimulus, baik bentuknya peningkatan kapasitas terhadap masyarakat Kabupaten Bandung.
"Termasuk peralatan. Tapi itu untuk jangka panjang. Tapi untuk sekarang, mereka sedang melakukan riset, kajian dan kerja sama. Nah, ini di antaranya BPBD sebagai komando di dalam penanggulangan bencana. Aspek perencanaannya, berkoordinasi dengan Bapperida dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung," jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti hal itu, para stakeholder yang ada di lingkungan Pemkab Bandung akan diundang, khususnya yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Di antaranya Dinas Kesehatan, DLH, Bapperida, Dispakan, PMI dan sebagainya.
"IOM ini melakukan audiensi sebagai gambaran yang akan dibawah oleh dia ke negara Eropa. Mereka yang datang itu dari Eropa, Bangkok, Australia, termasuk perwakilan dari Indonesia," ungkapnya.
Berdasarkan informasi tertulis dari BPBD, bahwa Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Badan Migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia selama lebih dari 40 tahun dalam mengatasi tantangan terkait migrasi.
Dengan pengalaman operasi di Indonesia selama puluhan tahun, IOM bermitra dengan Pemerintah Indonesia dalam berbagai bidang manajemen migrasi, seperti terkait dengan bencana, iklim, dukungan dan bantuan bagi para pengungsi, pemukiman kembali dan pemulangan sukarela serta reintegrasi.
Selain itu, pencegahan dan perlindungan terhadap perdagangan orang, kekerasan berbasis gender, pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual, tata kelola keimigrasian dan perbatasan, mobilitas tenaga kerja dan inklusi sosial, kesehatan migrasi, serta kebijakan dan data migrasi.
IOM saat ini sedang menjalankan suatu kajian yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim dan kaitannya terhadap perpindahan penduduk.
Kabupaten Bandung terpilih mewakili Indonesia dalam program ini berdasarkan kajian Risk Index for Climate Displacement yang dilakukan IOM bersama dengan Universitas Indonesia dan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand serta didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk memperkuat kajian ke tingkat yang lebih detail, maka IOM berencana untuk melakukan beberapa kegiatan di Kabupaten Bandung pada tanggal 22 hingga 28 April 2025. Kegiatan tersebut diantaranya survey rumah tangga (household survey) di beberapa lokasi di Kabupaten Bandung serta Forum Group Discussion dan wawancara terhadap narasumber kunci. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!