Investigasi Ledakan Amunisi Garut Rampung, TNI AD Lanjutkan Analisis Temuan
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 19 Mei 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - TNI Angkatan Darat menyatakan proses investigasi lapangan terkait insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Kabupaten Garut telah selesai. Tim penyelidik kini telah kembali ke Jakarta untuk melanjutkan tahap analisis hasil temuan di lokasi kejadian.
"Selanjutnya tim Investigasi telah kembali ke Jakarta karena kegiatan investigasi di lapangan telah selesai pada Sabtu (17/5/2025) kemarin," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, Senin (19/5/2025).
"Tahapan berikutnya, tentunya Tim akan melaksanakan analisis hasil temuan di lapangan dan juga mencocokkan hasil uji beberapa unsur yang telah dilakukan," sambungnya.
Ledakan terjadi pada Senin (12/5/2025) pagi, di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Insiden tersebut menewaskan 13 orang, terdiri dari empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil.
Pemusnahan dilakukan oleh personel dari Gupusmu III Pusat Peralatan TNI AD sebagai bagian dari penanganan amunisi tidak laik pakai. Namun, pasca-ledakan, sejumlah warga diduga mendekati lokasi untuk mengumpulkan sisa-sisa logam dari granat dan mortir.
Pasca-insiden, garis polisi yang sempat dipasang di area ledakan kini telah dilepas.
Tragedi ini memicu sorotan publik dan tuntutan agar TNI bertanggung jawab serta mengevaluasi prosedur pengamanan dalam kegiatan pemusnahan amunisi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya yang menimbulkan korban dari kalangan sipil. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!