IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Inovasi Layanan Cak Man di Lapas Sidoarjo,WBP Bisa Mengetahui Posisi Barang Titipan

ED
Sabtu, 5 Maret 2022 | 15:40 WIB
Bagikan
Inovasi Layanan Cak Man di Lapas Sidoarjo,WBP Bisa Mengetahui Posisi Barang Titipan

VISI.NEWS | SIDOARJO - Layanan Cak Man (Lacak Pengiriman) untuk mengetahui posisi barang titipan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP), adalah inovasi baru Lapas Sidoarjo Kanwil Kemenkumham Jatim.

Inovasi Cak Man itu mulai diujicobakan Sabtu, (5/3/2022). Inovasi kinerja Lapas Sidoarjo melalui Cak Man mendapatkan respon positif dari masyarakat. Salah satu penggunanya adalah Siti Maimunah. Perempuan 52 tahun itu memang rutin menitipkan barang seperti makanan ringan untuk anaknya yang sedang menjalani pembinaan di Lapas Sidoarjo berinisial YD. “Saya ini tadi nyoba ngecek di handphone,” ujarnya.

Mula-mula, Siti datang ke loket pelayanan dan dilayani oleh petugas lapas. Setelah barang titipannya diperiksa, petugas memasukkan ke dalam lapas untuk diserahkan kepada YD. Siti mendapatkan bukti penitipan dan nomor resi yang berguna untuk proses tracking posisi barang.

Proses serah terima barang itu pun diabadikan dengan foto yang terintegrasi dengan aplikasi Cak Man yang ada di website Lapas Sidoarjo. “Saya sudah lihat di aplikasi, Alhamdulillah sudah diterima langsung oleh anak saya,” terangnya.

Perempuan asal Surabaya ini mengaku senang bisa melihat proses penyampaian barang yang dititipkan ke petugas lapas. Sehingga, dia bisa yakin jika barang titipannya benar-benar diterima anaknya. “Kalau dulu saya cuma bisa kira-kira saja, sekarang sudah ada bukti fotonya, jadi semakin yakin,” ungkap Siti.

Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto mengapresiasi layanan untuk menjamin kepastian pelayanan itu. Pengunjung yang menitipkan barang via loket pelayanan terpadu maupun drive thru akan mendapatkan kode resi layaknya mengirim paket lewat ekspedisi. Nah, kode resi inilah yang digunakan untuk tracking barang titipan. “Masyarakat akan semakin yakin bahwa barang yang dititipkan kepada petugas sudah diterima oleh keluarganya yang sedang menjalani pembinaan di dalam lapas,” ujarnya.

Meski masih uji coba, dia berharap inovasi ini bisa segera diduplikasi oleh jajaran lapas/ rutan di Jatim. Menurut Wisnu, hal ini bisa membuat masyarakat semakin percaya dengan layanan yang diberikan lapas/ rutan. Terutama layanan penitipan barang yang telah berlangsung sejak pandemi. “Sampai saat ini kami masih mengganti kunjungan langsung dengan video call, sedangkan pengiriman barang harus dititipkan ke petugas,” terangnya.

Sementara itu, Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji menyebutkan bahwa pihaknya menerapkan aturan ini sebagai implementasi pembangunan zona integritas di lingkungan kerjanya. Karena, dengan adanya kepastian pelayanan membuat penyimpangan dalam proses layanan bisa dihilangkan. Terutama dalam hal pelayanan penitipan barang selama pandemi.

“Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Teguh.@redho

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.