Inggris–Indonesia Perkuat Kemitraan di Forum Genomik 2025
Pada hari kedua, diskusi diarahkan pada infrastruktur genomik masa depan dan peluang investasi jangka panjang. Dr. Julia Wilson dari Wellcome Sanger Institute menjadi pembicara pleno utama. Sementara itu, *The Future of Healthcare Fair* memperlihatkan berbagai inovasi dan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan kedua negara. Sesi poster turut memberi ruang bagi para profesional muda untuk mempresentasikan riset genomik terkini.
Berbagai tokoh terkemuka hadir sebagai pembicara, termasuk Dr. Adrianto Wirawan dari Genomics England dan Prof. William Newman, Presiden European Society of Human Genetics. Peran mereka menjembatani keahlian ilmiah antara Inggris dan Indonesia, sekaligus memperkuat diskusi lintas keilmuan di bidang genetika, kesehatan publik, dan teknologi masa depan.
Isu kesetaraan kesehatan global menjadi salah satu fokus utama forum. Keragaman genetik Indonesia yang sangat luas membuka potensi besar bagi riset, namun juga menghadirkan tantangan seperti fragmentasi data dan rendahnya literasi publik mengenai genomik. Dengan keterlibatan lebih dari 30 pakar dari berbagai institusi internasional, diskusi membahas mekanisme penguatan riset berbasis populasi, penggunaan AI dalam pengobatan personal, hingga strategi memperluas keterwakilan etnis dalam kumpulan data genomik.
Forum ini juga menjadi pijakan penting menuju Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Dukungan FCDO dan Kedutaan Besar Inggris menunjukkan bahwa kolaborasi kesehatan menjadi pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Tujuannya tidak hanya untuk memperkuat kemampuan genomik Indonesia, tetapi juga untuk membangun ketahanan kesehatan global melalui penelitian dan kebijakan bersama.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, menegaskan bahwa kerja sama ini menyatukan keunggulan ilmiah Inggris dengan ambisi transformasi kesehatan Indonesia. “Kerja sama ini bukan hanya tentang sains, tetapi juga kesetaraan, ketahanan, dan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih sehat bagi kita semua,” ujarnya. Forum Kesehatan Genomik 2025 pun ditutup dengan komitmen kedua negara untuk melanjutkan kolaborasi riset dan membangun ekosistem genomik yang lebih kuat dan inklusif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!