Indonesia Tawarkan Bantuan Diplomatik Atasi Ketegangan Thailand–Kamboja
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 27 Juli 2025 | 19:12 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membantu Malaysia, sebagai Ketua ASEAN 2025, dalam meredakan ketegangan yang tengah berlangsung antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat, menanggapi harapan agar Indonesia mengambil peran aktif sebagai jembatan perdamaian.
“Saat ini kita juga sudah sampaikan kesiapan kita untuk bantu Malaysia, mengingat banyak pengalaman kita di tahun 2011 lalu untuk meredakan ketegangan di antara kedua negara saat itu,” kata Roy, Minggu (27/7/2025).
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali mencuat setelah terjadi bentrokan bersenjata di wilayah sengketa perbatasan yang mengakibatkan korban jiwa serta gelombang pengungsi dari kedua sisi. Kamboja bahkan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Thailand dan menuduh penggunaan kekuatan militer secara berlebihan. Sementara itu, Thailand menutup akses perbatasannya demi alasan keamanan.
Roy menjelaskan bahwa Indonesia memantau dengan seksama perkembangan konflik ini dan percaya bahwa kedua negara mampu menyelesaikan perselisihan secara damai. Ia menekankan pentingnya penyelesaian yang sejalan dengan prinsip-prinsip Piagam ASEAN serta Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC).
Sebagai langkah awal, Menteri Luar Negeri RI disebut telah berkomunikasi dengan mitranya dari Malaysia untuk menjajaki kemungkinan langkah kolektif ASEAN dalam merespons eskalasi konflik.
“Indonesia tengah mencari formula yang tepat, baik melalui kerangka bilateral maupun ASEAN, untuk meredam dan menyelesaikan eskalasi yang terjadi di perbatasan Kamboja-Thailand,” ungkap Roy.
Pada 2011, Indonesia pernah menjadi fasilitator perdamaian saat menjabat sebagai Ketua ASEAN. Kala itu, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menginisiasi pendekatan diplomatik terhadap kedua negara bertikai guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Ketegangan terbaru ini menimbulkan keprihatinan luas di Asia Tenggara, mengingat potensi dampak kemanusiaan dan stabilitas kawasan yang terancam. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!