Indonesia Desak DK PBB Dukung Gencatan Senjata dan Solusi Dua Negara di Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 21 Januari 2025 | 18:30 WIB
VISI.NEWS | NEW YORK - Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, dalam sidang terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York pada Senin (20/1/2025), meminta agar DK PBB ikut berperan aktif dalam mempercepat proses gencatan senjata di Gaza, Palestina.
"DK PBB harus memastikan setiap fase kesepakatan (gencatan senjata) ini dijalankan sepenuhnya dan menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang," kata Nasir, Selasa (21/1/2025).
Nasir juga mengungkapkan dua fokus utama yang harus diperhatikan setelah disepakatinya gencatan senjata. Pertama, mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan tanpa hambatan.
"Peran UNRWA sangat krusial dalam mencapai langkah-langkah tersebut. DK PBB harus melindungi UNRWA dari segala ancaman dan kampanye disinformasi yang menyerang lembaga ini," ujar Wamenlu RI.
Nasir menekankan pentingnya pengembangan solusi politik yang komprehensif, yang mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil bagi Palestina dan Israel.
"Alternatif lain hanya akan menghasilkan apartheid dan penindasan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Nasir menyerukan masyarakat internasional untuk mendorong dialog yang tulus guna mengatasi akar masalah kolonialisme dan ketidakadilan sejarah di Palestina. Ia juga mengungkapkan dukungan Indonesia untuk High Level International Conference on the Implementation of the Two-State Solution, yang akan diadakan pada bulan Juni 2025.
Gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan Hamas ini akan dilakukan dalam tiga tahap, dengan fokus utama pada negosiasi untuk mengakhiri perang, pengembalian tawanan, bantuan kemanusiaan, dan pembangunan kembali Gaza dalam waktu lima tahun. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!