IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ibu Negara Beri Penghargaan ke Penjual Jamu Gendong dan Buruh Gendong

ED
Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:55 WIB
Bagikan
Ibu Negara Beri Penghargaan ke Penjual Jamu Gendong dan Buruh Gendong

VISINEWS | SOLO - Peringatan Hari Batik Nasional 2022 di Kota Solo yang dirayakan dengan parade "Berkebaya Bersama Ibu Negara" di Jl. Slamet Riyadi, yang diikuti Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama isteri Wakil Presiden Hj. Wury Estu Handayani Ma'ruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, serta para anggota OASE, pada Minggu (2/10/2022) petang, menjadikan jalur sepanjang sekitar 500 meter dari rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung sampai Dalem Wuryaningratan padat dengan perempuan berkebaya dan berkain batik.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberangkatkan parade yang diikuti lebih dari 2.500 orang, maupun para wanita yang disebut "perempuan mandiri" dan warga Kota Solo yang tidak masuk daftar panitia, dengan mengibaskan bendera start dari kolase kain batik.

Seusai mengibaskan bendera start, Ibu Negara Iriana dan rombongan langsung ikut berjalan kaki, diiringkan para peserta parade dari berbagai komunitas dan organisasi perempuan. Peserta parade berdatangan dari berbagai kota, di antaranya Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto dan lain-lain.

Di sepanjang jalur yang dilalui parade, terdapat beberapa panggung musik tradisional berbagai daerah yang mengiringi tarian para peserta parade. Ibu Negara dan rombongan yang ikut parade, sesekali juga berlenggang-lenggok menari dan terkadang berhenti sejenak menghampiri perempuan dan anak-anak yang menonton parade di tepi jalan.

Setiba rombongan di panggung kehormatan depan Dalem Wuryaningratan, Ibu Negara beserta isteri Wakil Presieen, Ketua DPR RI, Menteri PPPA dan lain-lain mendapat suguhan tari tradisional Jawa yang bertema cerita tentang nama-nama kain batik klasik khas Solo.

Di tengah memberikan sambutan, Ibu Negara mengundang beberapa peserta parade dan menanyakan motif kain batik yang mereka kenakan. Di antara perempuan setengah baya bernama Clara dari Yogyakarta, menyatakan tidak tahu nama motif batik yang dipakainya.

"Motif kain batik seperti yang Ibu pakai, namanya Sekar Jagad. Ibu tidak berkeberatan kan, kalau sehari saja dalam seminggu mengenakan kain batik dan kebaya," tutur Ibu Negara, yang spontan dijawab berkebaya dan berkain sudah menjadi kebiasaan.

Dalam sambutannya, Ibu Negara Iriana menyampaikan penghargaan kepada para perempuan penjual jamu gendong, para buruh gendong di pasar, para pembatik, penari dan pengamen jalanan yang setiap hari tetap setia berkebaya dan berkain batik.

"Para perempuan mandiri itu, dalam bekerja dan berkegiatan sehari-hari selalu mengenakan kebaya dan kain batik. Semoga kesetiaan dan kecintaan ibu-ibu dalam berkain dan berkebaya, menginspirasi kaum perempuan dan generasi muda Indonesia, agar bangga dan semakin mencintai kain dan kebaya sebagai citra perempuan Indonesia," ujarnya.

Parade "Berkebaya Bersama Ibu Negara" dengan peserta terbanyak di Hari Batik Nasional tersebut, tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Momentum tersebut sekaligus digunakan untuk mencanangkan Gerakan Berkebaya Nasional untuk mendukung usulan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke Unesco.@tok

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.