Ibu dan Anak Korban Banjir Palabuhanratu Sukabumi Ditemukan Meninggal
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Maret 2025 | 04:10 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Tim SAR menemukan 2 orang korban banjir luapan Sungai Cipalabuan di Kampung Gumelar RT 02/22, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/3/2025).
Korban merupakan Ibu dan anak, Santi (40) serta Nurul (3). Keduanya ditemukan terkubur puing bangunan dalam keadaan meninggal dunia.
"Ibu dan anak ditemukan dalam kondisi berpelukan pada saat dievakuasi. Ditemukan pada radius 5 meter dari lokasi rumahnya," ujar Ahmad Rizkiansyah, Kasie Operasi Kantor SAR Jakarta.
Rizki menuturkan dari keterangan saksi bahwa disaat air sudah meninggi, ibu dan anak tersebut masih berada di dalam rumah kemudian rumah dihantam derasnya air.
Lebih lanjut, Rizki menyatakan masih ada 5 orang lagi yang dinyatakan hilang akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Kamis (6/3/2025) malam itu. 5 orang yang dinyatakan hilang diduga menjadi korban longsor.
"Secara keseluruhan dari data yang kita punya, ada 5 orang lagi korban longsor di daerah Lengkong dan Simpenan," ujar Rizki.
Kedua korban kemudian dibawa tim SAR gabungan ke ruang jenazah RSUD Palabuhanratu.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena menyatakan dari data yang diupdate pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB, jumlah korban yang dinyatakan meninggal sebanyak 3 orang terdiri dari 1 dari Kecamatan Simpenan dan 2 dari Kecamatan Palabuhanratu.
"Sedangkan yang dinyatakan hilang 5 orang rinciannya di Kecamatan Simpenan 2 orang di Kecamatan Lengkong 3 orang," ujar Deden.
Bencana yang disebabkan cuaca ekstrem itu meluas menjadi 24 kecamatan yaitu Kadudampit, Curugkembar, Simpenan, Palabuhanratu, Waluran, Bantargadung, Cisaat, Cikembar, Warungkiara, Sagaranten, Lengkong, Jampangtengah, Ciemas, Cimanggu, Pabuaran, Gunungguruh, Cikakak Cicantayan, Cisolok, Sukaraja, Caringin, Cikidang, Jampangkulon dan Purabaya.
Cuaca ekstrem yang memicu longsor juga banjir itu membuat 304 jiwa mengungsi.
"Dari puluhan kecamatan itu, dampak banjir yang cukup parah di Kecamatan Palabuhanratu, kemudian dari sisi dampak longsoran yang paling banyak itu ada di Kecamatan Simpenan," pungkasnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!