Hutan Itu Indonesia, UNIQLO, dan KKI Warsi Resmikan Program Adopsi Hutan di Bengkulu
Andrian Pramana, Koordinator Media HII, mengatakan "Pada program Adopsi Hutan di Lemo Nakai bersama UNIQLO kami ingin menjembatani banyak cerita di Lemo Nakai supaya orang-orang di perkotaan semakin mengenal Lemo Nakai, yang harapan kedepannya nanti potensi-potensi yang ada di Lemo Nakai dapat terangkat baik dari sisi wisata maupun Hasil Hutan Bukan Kayu-nya (HHBK), serta program ini harapannya bisa jadi inspirasi anak muda perkotaan untuk menjaga hutan."
Sementara itu KKI Warsi, lembaga yang berfokus pada pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang selama ini telah bekerja membantu masyarakat di sekitar hutan di 7 provinsi untuk pengelolaan hutan yang berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan. Dalam program Adopsi Hutan, satu orang fasilitator KKI Warsi akan tinggal bersama masyarakat Batu Raja Rejang untuk mengidentifikasi dan mengembangakan potensi hutan desa.
Emmy Primadona, Koordinator Program KKI Warsi menyebutkan, "Adopsi hutan dengan UNIQLO akan menjalankan program dan kegiatan untuk mengembangkan potensi hutan, misalnya pengolahan gambir, madu, rotan, dan juga pengelolaan jasa lingkungan. Pada tahun pertama kita membuat database bagaimana kehidupan masyarakat di sini dengan survei potensi hutan desa yang ada di Lemo Nakai. Selanjutnya akan dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat, melalui pelatihan patroli, identifikasi 200 ribu pohon asuh serta menghubungkan dengan pemangku kebijakan untuk memperbaiki infrastruktur pendukung."
Hutan Desa Lemo Nakai mempunyai potensi keanekaragaman hayati seperti ragam jenis burung, primata, capung, amfibi, dan reptil, serta ragam jenis pohon. Potensi lainnya yang tersimpan adalah jasa lingkungannya berupa air terjun yang menjadi ciri khas dari kawasan hutan Lemo Nakai seperti, Air Terjun Nakai Koto, Air Terjun Nakai Ukup, Air Terjun Pelangi, Air Terjun Dingin, dan Air Terjun Jernih. Hutan bagi masyarakat Desa Batu Raja Rejang adalah sumber penghidupan, air yang berasal dari hutan mengairi sawah dan ladang kebun masyarakat yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat desa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!