- Diadakan China Galaxy Securities, Konferensi ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari sektor publik dan swasta yang memperluas jejaring dan membahas perkembangan sektor finansial di Asia Pasifik.
VISI.NEWS | SINGAPURA - Ajang perdana CGS China-ASEAN Business Leaders Summit, diadakan China Galaxy Securities (CGS) yang
bekerja sama dengan Business China, China Enterprises Association (Singapore), dan CIMB,
ditutup pada 10 Maret
2023.
Konferensi selama dua
hari ini dihadiri hampir 1.000 peserta dan pembicara, termasuk perwakilan lebih dari 450
pemerintah dan perusahaan di 20
negara.
Sosok terkemuka dari perusahaan besar dan pengambil
kebijakan di
industri jasa
keuangan Asia Pasifik berbagi
pandangan dan mengulas topik hangat seperti prospek
investasi Tiongkok-ASEAN, tren industri manufaktur di Asia, dekarbonisasi, pembiayaan hijau (green financing), serta Sharia dan peluang SRI. Lewat pembahasan topik tersebut, peserta acara dapat memanfaatkan peluang
bisnis secara lebih baik di kawasan tersebut.
Kolaborasi dan adaptabilitas menjadi faktor
penting yang meningkatkan kesuksesan dan pertumbuhan di sektor finansial di Asia Pasifik. Maka, pembicara acara ini mengemukakan daya saing komplementer secara lengkap. Daya saing ini dapat dimanfaatkan Tiongkok dan negara anggota ASEAN ketika memperluas kolaborasi di sejumlah industri seperti manufaktur canggih dan dekarbonisasi. Setelah Tiongkok membuka
kembali batas wilayahnya, dan ASEAN terus bertumbuh, maka potensi besar pun muncul. Untuk itu, kemampuan beradaptasi yang cepat terhadap perubahan kondisi
pasar global dan regional sangat penting dalam kesuksesan jangka panjang.
Acara ini dibuka oleh tamu kehormatan, YM Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN dan Tengku Zafrul Aziz,
Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian (
Malaysia). Sejumlah pembicara mencakup tokoh-tokoh penting seperti Chen Liang, Chairman, China Galaxy Securities Co., Ltd, Dr. Qi Bin, Executive Vice President, China Investment Corporation (CIC), dan Qiu Aijun, Deputy Director General,
International Cooperation Center, National Development and Reform Commission, Republik Rakyat Tiongkok.
Chen Liang membahas perluasan Belt and Road Initiative, peningkatan Kawasan Perdagangan
Bebas Tiongkok-ASEAN, percepatan
pembangunan China-ASEAN Information Harbour, kelanjutan dividen kebijakan dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Seluruh hal tersebut akan menghadirkan peluang dan potensi bisnis yang kian besar dalam pertumbuhan
ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN. Menurutnya,
transformasi teknologi dan industri yang tengah berlangsung menghadirkan peluang baru bagi kedua wilayah untuk berkolaborasi di sektor baru, seperti manufaktur canggih,
energi baru, ekonomi
digital, e-commerce, dan
smart city. Lewat kolaborasi ini, integrasi yang lebih baik antara industri, suplai, dan rantai nilai dapat terwujud. Bahkan, permintaan perusahaan atas investasi dan pembiayaan lintaswilayah juga akan meningkat.
YM Dr. Kao menggarisbawahi hubungan perdagangan yang erat antara ASEAN dan Tiongkok. Menurutnya, sejumlah kesepakatan seperti ASEAN-China Comprehensive Strategic Partnership tetap menjadi motor penggerak di balik hubungan perdagangan dan investasi yang timbal balik antara kedua wilayah. ASEAN dan Tiongkok juga memperluas kolaborasi yang meningkatkan kapabilitas ASEAN di sejumlah bidang, seperti manufaktur canggih,
kecerdasan buatan, e-commerce, dan aspek keberlanjutan. Seluruh langkah ini menjadi landasan bagi peluang pertumbuhan digital.
Tengku Zafrul Aziz memaparkan hubungan ekonomi ASEAN-Tiongkok sebagai motor penggerak pertumbuhan di Asia. Menurutnya, pelonggaran kebijakan penanganan
pandemi kelak semakin mempererat hubungan tersebut dan
kerja sama mendatang. Setelah Tiongkok menjadi mitra dagang
terbesar ASEAN, dan salah satu
investor asing terbesar di Malaysia, dia berkata, Malaysia
siap mendukung Belt & Road Initiative (BRI) yang digagas Tiongkok dengan
SDM yang terampil dan multilingual guna meningkatkan pertumbuhan regional.
Dr. Qi Bin membagikan pandangan tentang
pemulihan cepat ekonomi Tiongkok dari dampak epidemi. Landasan industri yang kuat dan basis
konsumen yang masif di Tiongkok turut menjadikan negara ini pilihan ideal, tak hanya bagi sektor manufaktur, namun juga pasar yang sangat menarik bagi perusahaan global. Dr. Qi juga memaparkan
sejarah panjang
kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN yang kini saling menjadi mitra dagang terbesar. Kedekatan geografis dan kemiripan
budaya membuat ASEAN menjadi pilihan yang digemari perusahaan Tiongkok untuk ekspansi
luar negeri sekaligus memanfaatkan potensi dari populasi besar ASEAN.
Qiu Aijun membahas posisi Tiongkok yang ingin meningkatkan dukungannya bagi ASEAN lewat kerja sama teknologi dan Belt and Road Initiative. Sikap yang terbuka terhadap peluang mendatang dan tetap inovatif merupakan dua kunci yang mempromosikan perdagangan Tiongkok dan ASEAN; hal tersebut juga memperlancar pertukaran SDM, produk, dan wawasan teknologi. Dalam proses ini, Qiu berharap, UKM terus berperan penting, serta menjadi
pemain utama di Tiongkok dan wilayah lain.
China Galaxy Securities Co. Ltd. ("Perusahaan") adalah salah satu penyedia jasa keuangan terintegrasi dan terkemuka di industri sekuritas Tiongkok. Jaringan bisnis perusahaan tersebar di 15 negara dan wilayah di
lima benua, serta melayani lebih dari 14 juta
nasabah. Pemegang saham pengendali China Galaxy Securities adalah Central Huijin,
anak usaha China Investment Corporation Limited, pengelola
aset nasional (sovereign wealth) Tiongkok yang terkemuka di dunia.
Dengan sejarah
unik China Galaxy Securities, serta daya saing merek dan pemegang sahamnya, jaringan bisnis dan basis klien terluas, serta layanan dan kapabilitas yang komplet, perusahaan ini menyediakan jasa keuangan lengkap, seperti konsultasi dan lembaga
kajian,
pengelolaan aset (wealth management), investasi dan pembiayaan, serta bisnis internasional bagi pemerintah, perusahaan, institusi, dan individu.
Setelah berada di
peringkat teratas di industri, baik dari sisi permodalan, profitabilitas, keunggulan bisnis dan manajemen risiko, China Galaxy Securities berkomitmen menjadi
bank investasi terkemuka
.@mpa