Huawei Dukung Sekolah Staf Presiden Melalui Pelatihan TIK
Jacky Chen, CEO, Huawei Indonesia, mengungkapkan,”Hadir dan tumbuh bersama Indonesia selama lebih dari 22 tahun, Huawei terus berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pengembangan ekosistem TIK di tanah air dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk lembaga pemerintah seperti KSP. Pelatihan bersama KSP dan Huawei bertajuk “Digital Melayani” atau DILAN ini merupakan praktik baik untuk mendukung terciptanya generasi muda Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) serta pengetahuan teknologi yang mumpuni di era transformasi digital," ucap Jacky Chen.
Sementara itu, Juri Ardiantoro, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, KSP, menyampaikan, "Industri TIK seperti Huawei berperan signifikan dalam membentuk talenta digital Indonesia. Pemerintah mengajak pihak swasta untuk turut bersinergi dengan pemerintah untuk terus membangun ekonomi digital dan kemajuan Indonesia. Ini sesuai dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan lompatan besar yang inovatif melalui akselerasi transformasi digital Indonesia," ungkap Juri Ardiantoro.
Senada, Marsekal Pertama TNI R. Tjahjo Kurniawan S.T., M.Si., Direktur Politeknik Siber dan Sandi Negara, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang tampil sebagai pengajar tamu pelatihan TIK tersebut mewakili BSSN, mengatakan,”Kami mengapresiasi kontribusi industri TIK seperti Huawei dalam penguatan keamanan siber. Hal ini sejalan dengan arah yang digariskan Pemerintah Indonesia untuk menempatkan keamana siber sebagai salah satu pilar utama bagi suksesnya transformasi digital yang lebih inklusif, berkesinambungan, tangguh dan aktif mendorong kerjasama antara pemangku kepentingan publik dan swasta. Pelatihan TIK generasi milleal yang sebelumnya mengikuti seleksi Sekolah Staf Presiden menunjukkan sinergi erat utuk memperkuat ekosistem digital Indonesia.
Menurut Yenty Joman, Director of Government Affairs, Huawei Indonesia, program pengembangan talenta digital Huawei juga membantu Pemerintah Indonesia mewujudkan berbagai kebijakan publik demi penguatan ekosistem digital sekaligus mengurangi kesenjangan akan SDM yang cakap digital agar dapat memenuhi kebutuhan industri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!