Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Hormuz Ditutup, Dunia Terancam Krisis Energi!

ED
Minggu, 19 April 2026 | 06:38 WIB
Bagikan
Hormuz Ditutup, Dunia Terancam Krisis Energi!

VISI.NEWS | TEHERAN - Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah militer Iran secara resmi menutup kembali Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026. Langkah drastis ini disebut sebagai respons langsung terhadap blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi kawasan ini setiap harinya. Penutupan jalur tersebut langsung memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi global dan lonjakan harga minyak.

Laporan menyebutkan bahwa kapal patroli Iran melepaskan tembakan ke arah kapal dagang yang mencoba melintas pada Sabtu pagi. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah berakhirnya gencatan senjata singkat antara Israel dan Lebanon yang sempat membuka akses bagi belasan kapal komersial.

Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan. Mereka menegaskan bahwa seluruh lalu lintas di Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan ketat angkatan bersenjata Iran.

“Situasi telah kembali seperti sebelumnya,” demikian pernyataan militer Iran, seraya menegaskan bahwa pembatasan akan tetap berlaku hingga Amerika Serikat mengubah kebijakan maritimnya terhadap kapal-kapal dagang Iran.

IRGC juga menuduh tindakan Amerika sebagai pelanggaran norma internasional, bahkan menyebutnya sebagai “aksi pembajakan dan pencurian di laut”. Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa kontrol atas Selat Hormuz kini sepenuhnya berada di tangan militer mereka.

Ketegangan semakin meningkat ketika India memanggil duta besar Iran menyusul insiden penembakan terhadap dua kapal dagang berbendera India. Pemerintah India menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan jalur perdagangan mereka yang sebelumnya dianggap aman.

Kementerian Luar Negeri India mendesak agar Iran segera memulihkan keamanan dan menjamin kelancaran pelayaran, terutama bagi kapal-kapal yang menuju New Delhi. Iran disebut berjanji akan menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada otoritas terkait.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan sinyal campuran antara optimisme dan ancaman. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Air Force One, ia menyebut kesepakatan masih mungkin tercapai, namun tidak menutup kemungkinan aksi militer akan kembali dilakukan jika negosiasi gagal.

“Jika perlu, kita akan kembali melakukan serangan,” ujarnya, sembari menyatakan keyakinan bahwa solusi diplomatik tetap bisa dicapai.

Para ahli maritim menilai situasi ini telah mengganggu jalur pelayaran global secara signifikan. Banyak kapal dilaporkan membatalkan perjalanan atau berbalik arah akibat ketidakpastian di kawasan tersebut.

Pakar logistik dari Texas A&M University, John-Paul Rodrigue, menyebut bahwa informasi yang saling bertentangan dari berbagai pihak membuat situasi semakin sulit diprediksi. “Banyak kapal memilih mundur karena kondisi yang tidak jelas,” ujarnya.

Sementara itu, laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa Iran tengah mendorong kesepakatan besar yang mencakup pencabutan sanksi, pembebasan aset, serta jaminan keamanan regional. Namun, kompleksitas isu nuklir dan geopolitik membuat proses negosiasi berjalan alot.

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Tohid Asadi, menggambarkan situasi saat ini dengan satu kata: ketidakpastian. Menurutnya, kondisi yang rapuh membuat peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih sulit dipastikan.

Data dari AFP menunjukkan bahwa setidaknya delapan kapal tanker sempat berhasil melintasi Selat Hormuz sebelum ketegangan kembali meningkat. Namun, setelah insiden terbaru, banyak kapal lain memilih menunda perjalanan demi menghindari risiko.

Dengan kondisi yang terus memanas, dunia kini menghadapi ancaman nyata terhadap stabilitas energi global. Penutupan Selat Hormuz tidak hanya menjadi konflik regional, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi dunia secara luas jika tidak segera menemukan titik terang.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.