Holaqoh dan Silaturahmi Pengurus PCNU Kabupaten Ciamis
VISI.NEWS | CIAMIS - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis Jawa Barat, menggelar Halaqoh dan Silaturahim ulama-umaro se-Kabupaten Ciamis, di Aula Kantor PCNU Jln. Raya Ciamis No.24, Dewasari, Kec. Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat akhir pekan kemarin.
Acara tersebut dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Ciamis, Pemda Kab. Ciamis, Ketua DPRD Kab. Ciamis, Kepala Kemenag Kab Ciamis, Kapolres Ciamis, Kodim 0613 Kab Ciamis, Penyuluh Agama Islam (PAI) Se-Kab. Ciamis, dan Sebanyak 200 peserta, yang terdiri dari kiai, ajengan, pimpinan pondok pesantren, pemuda dan pelajar.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ciamis KH Areif Ismail Chowas, mengungkapkan bahwa diselenggarakannya acara ini bertujuan untuk membangun silaturahmi dan sinergitas ulama dan umaro sekaligus meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI harga mati.
“NU lahir dan dilahirkan sekaligus melahirkan bangsa dan negeri ini. Maka dengan Nahdlatul Ulama melahirkan bangsa Ini tentu saja ini adalah bagian dari ihtiat para masyayikh dan para ulama termasuk struktur Nahdlatul Ulama di awal sebelum kemerdekaan ini. Tentu saja tiada lain tiada bukan hanya untuk kemakmuran, kesejahteraan, keadilan, ketertiban, keamanan bagi umat semesta alam termasuk bangsannya. "Maka ketika ada golongan yang ingin, yang mau memecah belah, merongrong, menghancurkan bangsa dan negara ini, maka sudah menjadi kewajiban Nahdlatul Ulama untuk berjihad mempertahankan keutuhan NKRI harga mati” ujarnya.
Masih dalam sambutannya, Ketua PCNU Kab. Ciamis pun mengajak dan menyampaikan pesan kepada peserta dialog dan pemateri bahwa kita sebagai generasi penerus yang diwarisi para pejuang terdahulu untuk bersama melawan dan menolak berbagai oaham yang dapat merusak keutuhan bangsa ini yaitu adalah paham radikalisme, begitu pula dengan paham-paham yang tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan pendirian bangsa ini khususnya di Kab. Ciamis dan umumnya di negara kita.
"Karena kita adalah bagian dari yang diwarisi oleh para pendiri republik ini, para masyayikh para ulama yang telah mendahului kita bahwa negara bangsa ini tentu harus terus berlanjut, harus terus memberikan kemaslahatan bagi rakyatnya, maka dari itu dengan kondisi dan situasi tantangan kebangsaan, kenegaraan pada saat ini kita bisa menyaksikan kita bisa memaklumi bersama apa yang menjadi tantangan besar bagi semua lapisan warga bangsa termasuk.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!