Fakta Penting: Hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Jawa Barat
4. Pengamatan visual langsung oleh tim ahli falak.
Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar nasional pengamatan hilal. Namun, karena bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, peluang pengamatan menjadi nol persen.
Menunggu Sidang Isbat
Setelah memastikan bahwa Hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah tidak terlihat di Jawa Barat, hasil rukyat tersebut langsung dilaporkan ke Kementerian Agama RI. Keputusan final mengenai awal Ramadhan akan ditentukan melalui sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama.
“Tentu kami akan laporkan ke pusat hasil daripada rukyat hilal ini,” ujar Ali.
Sidang isbat biasanya melibatkan perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, dan pejabat terkait untuk memutuskan awal bulan Hijriah secara nasional.
Menghormati Perbedaan Penetapan
Ali Abdul Latif juga menyampaikan bahwa pihaknya menghormati masyarakat di Jawa Barat yang telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah perbedaan metode penentuan awal bulan.
Hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah tidak terlihat di Jawa Barat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan resmi pemerintah. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kondusivitas dan saling menghormati.
Penjelasan Astronomis
Secara astronomis, tinggi hilal dan elongasi menjadi dua parameter utama dalam menentukan visibilitas bulan sabit pertama. Dalam kasus ini, tinggi bulan yang masih minus serta elongasi yang rendah membuat hilal mustahil terlihat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!