Hikmat Gumelar: Ada Kementerian Kebudayaan, tapi Tak Ada Dirjen Sastra
Sebagai Komite Etik IKA Sadaya Hikmat Gumelar adalah lulusan Sastra Sunda Unpad tahun 1985. Sejak mahasiswa aktif di Gelanggang Seni Sastra, Teater dan Film (GSSTF) Unpad. Cerpen, puisi, drama, opini dan esai selain terbit di media cetak online nasional dan daerah tulisannya juga dibuat dalam buku antologi. Melalui kumpulan puisinya tentang Palestina berjudul "Dari Reruntuhan Mawar Ke Cerita Ingatan" ia telah menerima penghargaan dari Palestine World Prize for Literature di Baghdad Tahun 2024. Penilaian juri antaralain mengenai masalah kemanusiaan dan syair yang bagus. Sampai saat ini Hikmat kelahiran Majalengka 9 November 1964 masih aktif sebagai penulis membuat karya, menjadi pemateri diskusi sastra dan koordinator Program Institut Nalar Jatinangor. Seruannya tentang pentingnya Dirjen Sastra di Indonesia menjadi refleksi atas lemahnya keberpihakan negara terhadap dunia literasi.
Memperkuat ikatan emosional dan identitas almamater silaturahmi antar alumni menjadi jembatan untuk menjaga rasa memiliki terhadap Universitas Padjadjaran, mempererat hubungan batin sebagai sesama lulusan, dan memperkuat semangat kekeluargaan yang telah dibangun sejak masa kuliah. Hal ini disampaikan Nuning Hallet, S.S., M.Hum., Phd., selaku Ketua Ikatan Alumni Sastra Budaya (IKA Sadaya) Universitas Padjadjaran.
Selanjutnya menurut Nuning, " Membangun jejaring profesional dan kolaborasi pertemuan antar alumni membuka peluang untuk berbagi informasi, memperluas jaringan kerja, dan menjalin kolaborasi lintas bidang yang dapat saling menguntungkan secara profesional".
"Sarana berbagi pengalaman dan inspirasi alumni yang telah sukses di berbagai bidang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi rekan alumni lainnya serta mahasiswa aktif melalui mentoring, seminar, atau program pembinaan karier", tambahnya.
Selain itu menurutnya, "Bahwa kontribusi terhadap pengembangan universitas dan bangsa silaturahmi alumni memperkuat solidaritas untuk berkontribusi nyata, baik dalam bentuk pemikiran, materi, maupun jejaring, demi kemajuan Unpad dan pembangunan masyarakat Indonesia secara lebih luas. Menjaga nilai dan reputasi institusi hubungan baik antar alumni menciptakan citra positif tentang Unpad sebagai institusi yang menghasilkan lulusan berkualitas, yang pada akhirnya mengangkat nama baik universitas di kancah nasional maupun global".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!