Haul Gus Dur, Nyai Sinta Tegaskan Kepemimpinan untuk Rakyat
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 21 Desember 2025 | 04:13 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Istri Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nyai Sinta Nuriyah Wahid menegaskan bahwa jiwa dan semangat Gus Dur sangat melekat dengan rakyat. Kedekatan itu, menurutnya, tampak jelas dari perjalanan hidup hingga kepemimpinan Gus Dur yang selalu berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Nyai Sinta menyampaikan bahwa sejak awal, Gus Dur memilih jalan perjuangan yang tidak berjarak dengan rakyat. Ia turun langsung ke tengah masyarakat, hidup sebagai rakyat biasa, serta membangun perjuangannya dari bawah demi memperjuangkan hak dan martabat rakyat.
“Gus Dur turun ke tengah-tengah masyarakat menjadi rakyat biasa dan memulai perjuangannya dari rakyat dan untuk rakyat. Bahkan masyarakat Papua sampai sekarang masih selalu memanggil-manggil Gus Dur. Karena saking rindunya kepada Gus Dur, yang dipanggil-panggil akhirnya saya,” ujar Nyai Sinta, dikutip dari NU Online.
Pernyataan tersebut disampaikan Nyai Sinta dalam Acara Haul Ke-16 Gus Dur bertajuk *Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat* yang digelar di Kediaman Rumah Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). Acara tersebut dihadiri keluarga, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Nyai Sinta mengungkapkan bahwa kerinduan masyarakat Papua terhadap Gus Dur bukan sekadar nostalgia. Menurutnya, hal itu mencerminkan ikatan batin yang kuat antara Gus Dur dan rakyat yang selama ini ia bela dan perjuangkan.
“Itu karena rasa rindunya kepada Gus Dur. Itulah yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur,” katanya. Gus Dur, lanjut Nyai Sinta, tidak hanya hadir sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sosok yang memberi pengakuan, penghormatan, dan keadilan bagi rakyat kecil.
Ia menambahkan, kedekatan Gus Dur dengan kebutuhan dan kepentingan rakyat membuatnya memperoleh legitimasi dan dukungan luas dari masyarakat. Dukungan tersebut mencapai puncaknya ketika Gus Dur terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Puncak penghargaan dan penghormatan rakyat atas perjuangan Gus Dur adalah terpilihnya Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia. Gus Dur menjadi presiden atas kehendak dan pilihan rakyat,” ucap Nyai Sinta.
Menurut Nyai Sinta, terpilihnya Gus Dur sebagai presiden bukan demi kepentingan politik atau kekuasaan semata. Selama menjabat, Gus Dur menggunakan kewenangannya untuk melindungi dan memperjuangkan rakyat, termasuk membuka istana negara agar dapat diakses oleh masyarakat.
Bahkan sebelum menjadi presiden, saat memimpin Nahdlatul Ulama (NU), Gus Dur telah menggunakan otoritasnya untuk membela kaum minoritas dan kelompok yang diperlakukan tidak adil. “Gus Dur memberi teladan kepemimpinan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, meskipun harus menghadapi risiko politik besar hingga kehilangan jabatan sebagai presiden,” tutup Nyai Sinta.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!