Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 dan Penetapan 1 Syawal 1447 H, Tanggal Berapa?
Seminar hilal yang digelar terbuka untuk umum menjadi titik awal proses sidang isbat, dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan data astronomis yang disampaikan para ahli. Selanjutnya, sidang isbat berlangsung tertutup sebelum hasilnya diumumkan ke publik melalui konferensi pers.
2. Prediksi BMKG dan BRIN Menjelang Sidang Isbat
Sebelum Sidang Isbat dirilis, beberapa lembaga riset dan meteorologi seperti BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) serta BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) telah memprediksi potensi jatuhnya 1 Syawal 1447 H. Menurut perhitungan astronomi dan posisi hilal pada Maghrib tanggal 19 Maret 2026, posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS.
Kriteria MABIMS sendiri merupakan standar tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat untuk dapat dikategorikan layak sebagai awal bulan baru hijriyah melalui rukyat hilal. Dalam data posisi hilal yang dihimpun, ketinggian hilal saat matahari terbenam masih berkisar 0,91 derajat di Merauke, Papua, hingga 3,13 derajat di Sabang, Aceh, serta elongasi geosentris berkisar antara 4,54 sampai 6,1 derajat.
Prediksi ini menunjukkan bahwa Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 kemungkinan akan menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan hisab dan rukyat hilal yang belum memenuhi kriteria MABIMS pada 19 Maret 2026.
3. Pengumuman Resmi Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026
Kepastian Hasil Sidang Isbat 2026 ditunggu oleh masyarakat jelang malam pengumuman. Menurut akun resmi Instagram Bimas Islam Kemenag RI @bimasislam, konferensi pers akan digelar pada 19.25 WIB untuk menyampaikan hasil sidang kepada publik secara langsung.
Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan pengumuman resmi tersebut melalui siaran langsung di kanal YouTube Bimas Islam Kementerian Agama RI, sehingga seluruh umat Muslim dapat mengikuti keputusan sidang secara real time.
4. Potensi Perbedaan Penetapan Lebaran 2026
Meskipun Sidang Isbat 2026 sudah menjadi rujukan pemerintah, terdapat kemungkinan perbedaan penetapan tanggal Lebaran antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!