IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Hari Sejarah Nasional Diperingati Tanggal 14 Desember,

Desi Rossilawati
Sabtu, 14 Desember 2024 | 07:00 WIB
Bagikan
Hari Sejarah Nasional Diperingati Tanggal 14 Desember,
VISI.NEWS | BANDUNG - Setiap tanggal 14 Desember, terdapat peringatan Hari Sejarah Nasional. Hari ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya mempelajari sejarah nasional Indonesia yang ada dari masa ke masa. Berikut asal-usul lahirnya Hari Sejarah Nasional 14 Desember. Apa itu Hari Sejarah Nasional? Dikutip dari situs resmi Kemdikbud, momentum Hari Sejarah Nasional berawal dari Seminar Sejarah Nasional pada tanggal 14-18 Desember 1957 di Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak Universitas Gajah Mada dan Universitas Indonesia Pelaksanaan Seminar Sejarah Nasional tahun 1957 untuk mengumpulkan berbagai pendapat dan saran sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun sejarah nasional Indonesia. Penyusunan ini bersifat ilmiah dan harus dapat dipertanggungjawabkan. Penyusunan sejarah nasional Indonesia telah menjadi perdebatan sejak seminar sejarah pertama yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Indonesia pada tanggal 14 Desember 1957. Seminar Sejarah Nasional I ini untuk membahas penyusunan sejarah di Indonesia. Berikut hal-hal penting yang dibahas dalam seminar tersebut. - Pertama, di kalangan sejarawan terdapat ketidakpuasan terhadap penulisan sejarah kolonialistik yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, karena tidak mengungkapkan vitalitas yang dimiliki masyarakat Indonesia. - Kedua, di kalangan sejarawan berkembang kesadaran perlunya sejarah nasional Indonesia yang nasionalistik, yaitu menempatkan masyarakat Indonesia sebagai pemeran sentral. - Ketiga, terdapat perbedaan pandangan di antara peserta seminar, terutama Soedjatmoko dan Muhammad Yamin, tentang landasan filosofis dan metodologi yang digunakan untuk menyusun sejarah nasional Indonesia. Penetapan Hari Sejarah Nasional Pemerintah menetapkan tanggal 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional. Hal itu didasari oleh peristiwa Seminar Sejarah Nasional I yang dilaksanakan pada 14 Desember 1957. Berbagai peristiwa penting yang menandai lahirnya Hari Sejarah Nasional adalah: - Munculnya gerakan Indonesianisasi dalam berbagai bidang, sehingga istilah-istilah asing khususnya Belanda mulai diindonesiakan - Sebagian buku-buku berbahasa Belanda mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia - Penulisan sejarah Indonesia berdasarkan pada kepentingan dan kebutuhan bangsa dan negara Indonesia dengan sudut pandang nasional - Bangsa Indonesia menjadi subjek/pembuat sejarah dan tidak lagi sebagai objek seperti pada historiografi kolonial - Terdapat corak penulisan sejarah baru dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia, seperti politik, ekonomi, sosial, hingga budaya dari sudut pandang bangsa Indonesia. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.