Hari Pangan Sedunia: Memilih Makanan Aman dan Berkelanjutan
VISI.NEWS | BANDUNG - Hari Pangan Sedunia yang diperingati pada 16 Oktober mendatang menghadapi tantangan serius. Krisis pangan global dipicu oleh perubahan iklim yang memengaruhi produksi tanaman dan ketahanan pangan, serta akses terhadap nutrisi yang layak dan meningkatnya penyakit tidak menular.
Setelah pandemi, kesadaran akan kerentanan kesehatan dan keamanan pangan semakin meningkat, membuat kita lebih berhati-hati dalam memilih pola makan. Permintaan akan makanan yang lebih baik dan lebih aman telah mendorong pergeseran signifikan dalam produksi pangan, dari pertanian konvensional yang mengandung pestisida ke praktik yang lebih bersih dan berkelanjutan seperti pertanian organik.
Penelitian menunjukkan minat konsumen terhadap makanan organik meningkat pascapandemi, dipicu oleh platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Pertanian organik tidak hanya menawarkan nutrisi yang lebih aman, tetapi juga mendukung keanekaragaman hayati, konservasi tanah, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Namun, peningkatan permintaan makanan organik juga memiliki sisi negatif. Permintaan yang melonjak telah menyebabkan peningkatan resistensi antimikroba, terutama dalam pertanian dan peternakan. Hal ini mengakibatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan, sumber air yang terkontaminasi, dan ancaman terhadap ketahanan pangan serta mata pencaharian.
Solusi inovatif seperti nutraseutikal, yaitu suplemen alami yang berasal dari sumber makanan dengan manfaat kesehatan tambahan, dapat membantu mengatasi beberapa tantangan ini. Investasi yang lebih besar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik inovatif diperlukan untuk mengubah sistem pangan dan memastikan pasokan, nutrisi, dan akses pangan yang stabil secara global.
Di sisi lain, para ahli menjelaskan bahwa meskipun makanan organik memiliki manfaat kesehatan, perlindungan terhadap kontaminasi patogen pada tanaman sangat penting untuk mencegah penyakit saluran cerna. Selain itu, nutraseutikal dapat dibudidayakan di lingkungan terkontrol untuk mengurangi ketergantungan pada lahan pertanian dan sumber daya air.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!