Harga Masker Naik Imbas Abu Vulkanik, Kemenkes Buka Suara

Desi Rossilawati
Selasa, 8 September 2026 | 10:26 WIB
Bagikan
Harga Masker Naik Imbas Abu Vulkanik, Kemenkes Buka Suara

Sejumlah warga membeli masker./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Harga masker di sejumlah wilayah mengalami kenaikan setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengakui adanya kenaikan harga sekaligus kelangkaan stok masker di tingkat pengecer.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan kenaikan harga masker terjadi di sejumlah toko, baik secara langsung maupun melalui toko daring.

"Berkenaan dengan beredarnya isu kelangkaan stok dan kenaikan harga masker di pasaran pasca letusan Gunung Anak Krakatau, saat ini memang terjadi kenaikan harga, di beberapa toko offline maupun online," kata Aji dalam keterangannya dikutip, Selasa (8/9/2026).

Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan masker secara daring sebelumnya bermunculan di tengah meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah toko juga dilaporkan menaikkan harga masker hingga 10 kali lipat dari harga biasanya. Selain itu, terdapat pembeli yang mengaku pesanannya telah dibatalkan secara sepihak setelah melakukan checkout tanpa alasan yang jelas.

Kemenkes menyebut kelangkaan masker tidak terjadi secara menyeluruh. Menurut Aji, persoalan ketersediaan masker hanya ditemukan di sejumlah penjual eceran.

"Kelangkaan stok masker hanya terjadi di sejumlah tempat di tingkat penjual eceran, sementara stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi," kata Aji.

Kemenkes juga memberikan pilihan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94.

Apabila masker jenis tersebut belum tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis yang ada dengan cara pemakaian yang benar.

Masker medis memiliki kemampuan filtrasi yang lebih rendah dibandingkan masker respirator. Masker medis disebut memiliki kemampuan filtrasi sekitar 50-60 persen, sedangkan masker respirator seperti N95, KN95, dan KF94 dapat menyaring hingga 95 persen partikel.

Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengingatkan masyarakat agar mengganti masker secara berkala, termasuk ketika menggunakan masker respirator.

Penggunaan masker dalam waktu lama dapat membuat masker menjadi lembap akibat uap air dari pernapasan sehingga perlu diganti.

"Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti," kata dr Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.