Harga ETH Hingga BTC Bitcoin Tembus Level Tertinggi dalam 3 Pekan
Sentimen yang Pengaruhi Kripto
Lonjakan pasar terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengapresiasi perjanjian perdagangan baru dengan Vietnam yang akan membuka akses bagi produsen AS. Kemudian, perusahaan pembayaran kripto Ripple juga mengkonfirmasi telah mengajukan aplikasi ke Office of the Comprotroller of the Currency (OCC) untuk mendapatkan lisensi bank nasional.
Investor juga lebih optimisis tentang potensi penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) setelah pernyataan dovish oleh pejabat bank sentral dalam beberapa hari terakhir.
Nasdaq dan S&P 500 yang berfokus pada teknologi sama-sama mengakhiri hari dengan kenaikan kurang dari satu poin persentase pada hari Rabu. Kedua indeks mencapai rekor tertinggi di awal minggu.
Namun, ketidakpastian ekonomi makro terus berlanjut. Anggaran yang diusulkan Trump telah menghadapi hambatan besar di DPR, sehingga menunda pengesahannya. Negosiasi perdagangan dengan China dan negara-negara lain masih berbelit dan konflik di Ukraina dan Timur Tengah belum terselesaikan.
Pada Selasa, arus bersih ke dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin turun ke wilayah negatif pada hari Selasa, mengakhiri kenaikan kuat selama 15 hari berturut-turut–tanda kekhawatiran investor yang masih ada.
Risiko Makro Masih Ada
CEO BitBull Capital, Joe DiPasquale, menyampaikan kepada Decrypt kalau aset berisiko yang luas telah meningkat seiring harapan penurunan suku bunga kembali menjadi fokus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!