Harga BBM Sudah Naik, Ahmad : Perlu Adanya Pengawasan Serius Soal Distribusi Migas
VISI.NEWS | BANDUNG - Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar, Ahmad menyebutkan keberadaan mafia migas telah mengakibatkan pembengkakan biaya produksi dan distribusi. Ujung-ujungnya dijadikan alasan atas besarnya subsidi BBM yang disebut-sebut membebani APBN.
Oleh karena itu, pemerintah harus bersikap tegas dan menindak segala bentuk yang teridentifikasi terlibat sebagai mafia migas, sehingga mengakibatkan keuangan negara menyusut dan malah menjadi beban APBN.
"Kita melihat bahwa jika tidak dilakukan upaya pemberantasan yang serius (akan mafia migas) ini, pemborosan biaya produksi terus terjadi. Subsidi BBM membuat APBN jebol,” katanya.
Keberadaan BPH Migas begitu juga dengan SKK Migas, perlu difungsikan dengan maksimal, pasalnya, mafia migas diduga kuat bermain di hulu dan hilir perminyakan dan gas nasional.
“BPH Migas, SKK Migas juga perlu difungsikan maksimal kebocoran di hulu dan hilir harus segera diatasi,” sambungnya.
Tidak hanya itu, aparat penegak hukum dianggap perlu untuk terus melakukan pengawasan serta menindak tegas para mafia migas untuk mengantisipasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Kita meminta aparat kepolisian dan kejaksaan menindak tegas para mafia BBM hal ini mengantisipasi kelangkaan pasokan BBM yang kemduain dapat merugikan negara dan masyarakat,” pungkasnya. @eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!