Hamas Kecam Serangan Israel di Gaza, Desak Liga Arab dan OKI Bertindak
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 18 Maret 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Kelompok milisi Hamas marah setelah Israel kembali melakukan serangan di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 200 orang. Hamas menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan pemerintahannya telah membatalkan kesepakatan gencatan senjata, sehingga nasib para tahanan di Gaza menjadi tidak jelas. Hamas juga meminta para mediator untuk menekan Israel agar bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Netanyahu dan pemerintahan ekstremisnya membuat keputusan untuk membatalkan kesepakatan gencatan senjata, yang membuat nasib para tahanan di Gaza tak jelas,"ujar pernyataan Hamas.
Hamas mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membantu menghentikan blokade Israel terhadap Palestina serta meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan rapat darurat guna mengeluarkan resolusi yang menuntut Israel menghentikan agresinya.
Serangan udara Israel terjadi pada Selasa (18/3/2025) dini hari, dimulai sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Menurut saksi mata di Gaza, Israel meluncurkan belasan jet tempur dan drone yang menargetkan daerah permukiman warga.
Serangan ini merupakan yang terbesar sejak gencatan senjata mulai diberlakukan pada 19 Januari lalu. Ketegangan meningkat setelah negosiasi tahap kedua antara Hamas dan Israel mengalami kebuntuan.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan kepada target-target milisi Hamas. Sementara itu, kelompok milisi Jihad Islam Palestina juga mengecam serangan ini, menyebutnya sebagai "perang pemusnahan" yang dilakukan setelah Israel dengan sengaja menggagalkan upaya gencatan senjata. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!