Halaqah 100 Kiai dan Nyai Pesantren se-Jawa Barat di Pesantren Al Itiffaq Ciwidey
"Kalo kita ingin mandiri, usaha yang dilakukan adalah melakukan usaha mandiri dengan melakukan dagang, pertanian, peternakan, bisnis, dan dibidang jasa," imbuh Abun Bunyamin.
Pesantren, katanya, sekarang ini sulit mencetak kiai, karena jumlah ulamanya semakin sedikit, semakin habis, ketika pendiri sudah tiada, harusnya pesantren bisa menciptakan kiai yang kaya, tidak miskin, karena dari miskin nantinya bisa jadi peminta minta, dan nantinya tidak akan bisa mandiri.
Sedangkan Sekretaris PCNU Kab. Bandung KH Imron Rosyadi yang mewakili KH Asep Jamaludin, merasa bangga dan bahagia karena kegiatan PWNU banyak dilakukan di PCNU kabupaten Bandung. "Dimana ini sebagai proses pembelajaran penguatan pengorganisasian. Dan sejarah Nahdatul Ulama di Kabupaten Bandung adalah mampu mengantarkan kader-kadernya di posisi terbaik di semua lini bidang keorganisasian, sehingga menjadi percontohan dari PCNU di daerah lain, yang ingin melakukan studi banding ke PCNU di Kabupaten Bandung. Dan peluang ini dikarenakan adanya kesempatan yang diberikan Bupati Kabupaten Bandung, sehingga kader Nahdatul Ulama bisa menjawab rintangan dan tantangan itu," paparnya.
Sekum PCNU ini juga menginformasikan bahwa pengajuan 100 hektar lahan oleh lembaga pertanian PCNU, sudah akan direalisasikan, dan bisa menjembatani adanya program nasional yang bisa dilakukan di area itu untuk membangun pondok pesantren skala nasional yang disebut pesantren hijau. "Ini bisa memenuhi syarat karena luasnya lahan yang dikelola dan pesantren hijau ini akan bermuatan pesantren digital, sehingga bisa berwujud kedepannya," ucap Imron Rosyadi.
Halaqah 100 Nyai dan 100 Khyai, dilanjutkan dengan pemaparan dari K.H. Irawan MA Pengasuh Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq Ciwidey Bandung, tentang cara membangun pesantren agribisni di Jawa Barat. Ia memaparkan pengalaman Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq Ciwidey Bandung. Di lanjut oleh H. Asep Syamsudin S.Ag Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB menyampaikan materi "Perjuangan Pesantren, Kyai, dan Petani Warga NU di Bidang Pengembangan Pertanian di Jawa Barat".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!