Hadapi Krisis global, Ahmad : Pemerintah Teramasuk Pemprov Jabar Harus Mengatisipasi

ED
Rabu, 21 September 2022 | 11:32 WIB
Bagikan
Hadapi Krisis global, Ahmad : Pemerintah Teramasuk Pemprov Jabar Harus Mengatisipasi

VISI.NEWS | BANDUNG - Krisis telah melanda berbagai negara, isu soal krisis global ini juga dibahas pemerintah Indonesia saat persamuhan dengan Gubernur Bank Sentral G20 di Bali beberapa waktu lalu, kaitan hal tersebut Anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat meminta pemerintah termasuk Pemprov Jabar agar mengatisipasi hantaman krisis global tersebut.

Ada tiga faktor yang mempengaruhi kondisi ekonomi global saat ini, yakni perang antara Rusia dan Ukraina atau tensi geopolitik kedua negara itu, kebijakan zero COVID-19 di Tiongkok atau Cina, dan proteksionisme beberapa negara terhadap produk pangan.

“Imbasnya adalah disrupsi pasokan yang berkepanjangan, BI menyebutkan kondisi demikian mengakibatkan kenaikan inflasi dan harga komoditas global, selain itu terjadi juga penurunan pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan dunia,” katanya.

Menurut Ahmad, isu krisis ini bisa menghantam berbagai sektor, seperti pangan, energi dan lainnya. Seperti halnya kenaikan inflasi bahan makanan, energi BBM dan gas, harga komoditas holtikultura dan lainnya. Kemudian, ada penurunan produksi kualitas panen.

BI Jabar juga menyebutkan perekonomian Jabar pada triwulan I 2022 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,61 persen Year Over Year (Yoy), pertumbuhan ekonomi di Jabar juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen (yoy),” sambungnya.

Akan tetapi, kinerja lapangan usaha utama di Jawa Barat juga terpantau sedikit melandai, antara lain sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, sektor konstruksi, serta sektor pertanian, namun, ekonomi Jabar 2022 diproyeksikan tumbuh pada rentang yang sedikit lebih rendah.

“Yaitu 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy). Sebagaimana ekonomi nasional, dampak eskalasi tensi geopolitik global juga akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Jabar, desa digital hingga Energi terbarukan oleh karena itu, pemprov jabar harus menyiapkan tujuh sektor untuk merespons perubahan ekonomi global,” ungkap Ahmad.

Salah satunya adalah pemanfaatan digitalisasi sebagai efesiensi, kebijakan pariwisata di Jabar penguatan ekonomi melalui sektor pariwisata menjadi pilihan Kang Emil dalam menghadapi krisis global, terlebih lagi, pariwisata merupakan penyumbang PAD yang besar di Jabar. "Contoh, saya fokus pariwisatanya kan pariwisata lokal ya, perputaran ekonominya luar biasa dan turunannya, kemudian bergeser BBM makin mahal, geser ke energi terbarukan,” pungkasnya. @eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.