Gus Yahya Tegaskan Statusnya sebagai Ketua Umum PBNU Sah Secara De Jure dan De Facto
VISI.NEWS | JAKARTA - KH Yahya Cholil Staquf, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Yahya, menegaskan bahwa dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), baik secara de jure maupun de facto. Pernyataan ini disampaikan Gus Yahya untuk merespons sejumlah pernyataan yang mempertanyakan kedudukannya sebagai Ketua Umum PBNU. Ia menekankan bahwa sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, jabatan Ketua Umum PBNU hanya dapat diganti melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa, sehingga tidak bisa diberhentikan dengan mekanisme lain.
“Secara de jure, berdasarkan AD/ART NU, saya tetap sebagai Ketua Umum PBNU dan tidak bisa diganti atau dimundurkan kecuali melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa,” tegas Gus Yahya, Sabtu (29/11/2025) di Jakarta. Penegasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa posisinya dalam organisasi tetap sah, meskipun ada dinamika internal yang berkembang belakangan ini. Gus Yahya menjelaskan bahwa segala keputusan terkait penggantian Ketua Umum PBNU harus melalui prosedur yang sesuai dengan AD/ART, yang salah satunya adalah melalui Muktamar.
Lebih lanjut, Gus Yahya menambahkan bahwa secara de facto, dirinya juga tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PBNU dan Mandataris Muktamar Ke-34 NU di Lampung. Masa khidmah untuk periode 2021–2026/2027 masih berjalan dengan penuh tanggung jawab. “Secara de facto saya tetap menjalankan tugas saya sebagai Mandataris Muktamar NU ke-34 di Lampung hingga tahun 2026/2027. Saya masih terus mengupayakan untuk menjalankan agenda dan khidmah PBNU demi kepentingan dan kemaslahatan jamaah dan jam’iyyah NU,” ujarnya.
Gus Yahya menegaskan bahwa meskipun ada beberapa turbulensi dalam tubuh PBNU, program-program dan pelayanan organisasi tetap berjalan seperti biasanya. Ia berkomitmen untuk menjaga stabilitas organisasi dan memastikan bahwa visi dan misi PBNU tetap tercapai dalam setiap langkahnya. “Agenda program serta pelayanan organisasi PBNU tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Terkait dengan dinamika internal yang belakangan muncul, Gus Yahya mengungkapkan bahwa ia terus berusaha untuk menangani permasalahan yang terjadi. Ia menyebutkan bahwa upaya penyelesaian dilakukan dengan arahan dari para masyayikh (ulama) dan dengan ikhtiar islah untuk menjaga persatuan di tubuh organisasi. Hal ini merupakan bagian dari komitmennya untuk menyelesaikan persoalan internal dengan cara yang bijaksana dan damai.
“Saya juga terus mengupayakan penanganan permasalahan dan turbulensi yang terjadi di tubuh organisasi PBNU saat ini, dengan bimbingan dan arahan para masyayikh, termasuk mengikhtiarkan islah demi persatuan jamaah dan jam’iyyah NU,” jelas Gus Yahya. Upaya islah ini diharapkan dapat mengatasi setiap perbedaan dan menjembatani kepentingan yang ada demi menjaga keharmonisan di dalam tubuh NU.
Pernyataan Gus Yahya ini juga merujuk pada beberapa dinamika yang muncul di kalangan pengurus NU, yang kemudian memunculkan pertanyaan tentang kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Meskipun demikian, Gus Yahya mengingatkan bahwa segala permasalahan internal NU harus diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan organisasi, dan bukan melalui cara-cara yang bertentangan dengan AD/ART.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menegaskan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan dalam tubuh PBNU, terlebih dalam menghadapi berbagai tantangan dan turbulensi yang tengah berlangsung. Ia menyebutkan bahwa NU memiliki sejarah panjang sebagai organisasi yang selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah, serta menjaga ukhuwah (persaudaraan) di antara sesama jamaah dan jam’iyyah NU.
Seiring dengan itu, Gus Yahya juga mengajak seluruh elemen PBNU untuk tetap fokus pada tujuan utama organisasi, yaitu menjaga kesejahteraan umat dan memperkuat peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia berharap setiap dinamika yang muncul dapat disikapi dengan bijak dan tidak mengganggu komitmen PBNU untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!