Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Gus Yahya Apresiasi Napak Tilas Muasis NU

ED
Minggu, 4 Januari 2026 | 16:46 WIB
Bagikan
Gus Yahya Apresiasi Napak Tilas Muasis NU

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Haji Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan napak tilas perjalanan para muasis Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini menelusuri jejak perjuangan Kiai As’ad Syamsul Arifin sebagai pembawa pesan penting dari Hadratussyekh Kiai Muhammad Khalil bin Abdul Latif Bangkalan kepada Hadhratussyekh Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari.

Gus Yahya menegaskan, peristiwa historis tersebut menjadi tonggak penting lahirnya inisiatif pendirian jam’iyah ulama yang kemudian diberi nama Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pesan yang dibawa Kiai As’ad kala itu menjadi bagian dari mata rantai perjuangan ulama dalam merespons tantangan umat dan zaman.

“Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, saya menyampaikan dirgahayu napak tilas perjalanan Kiai As’ad Syamsul Arifin sebagai pembawa pesan pendirian jam’iyah ulama yang kemudian diberi nama Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya, Sabtu (3/1/2026).

Selain itu, Gus Yahya juga menyampaikan terima kasih kepada para dzuriyah muasis NU, yakni keturunan Syekh Muhammad Khalil bin Abdul Latif, Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, Kiai As’ad Syamsul Arifin, Kiai Abdul Wahab Chasbullah, dan Kiai Bisri Sansuri atas inisiatif penyelenggaraan napak tilas yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 4 Januari 2026.

Menurutnya, kegiatan napak tilas tersebut merupakan bentuk tabarruk atau ngalap berkah atas khidmah dan pengabdian para muasis NU. Melalui kegiatan ini, generasi penerus diajak untuk kembali menelusuri akar sejarah, nilai perjuangan, serta keteladanan para ulama pendiri NU.

Gus Yahya berharap seluruh pengampu, khudama, kader, dan warga NU, bahkan bangsa Indonesia secara luas, dapat memperoleh limpahan barokah dari amal saleh yang telah diwariskan para muasis Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Semoga keberadaan Jam’iyah Nahdlatul Ulama sebagai pembawa barokah para masyaikh Ahlussunnah wal Jamaah di bumi Nusantara ini senantiasa lestari dan terus menjadi sumber kemaslahatan bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta bagi kemanusiaan seluruhnya,” tuturnya.

Dari pernyataan tersebut, Gus Yahya juga menegaskan pentingnya refleksi sejarah sebagai bagian dari persiapan peringatan harlah satu abad NU. Momentum napak tilas dinilai relevan untuk memperdalam pemahaman warga NU terhadap perjuangan para kiai dan santri terdahulu.

Nahdlatul Ulama sendiri didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur, oleh para ulama untuk membela Islam Ahlussunnah wal Jamaah dari berbagai tantangan, termasuk kolonialisme. Tokoh-tokoh seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah memainkan peran sentral dalam pendiriannya.

Sejarah berdirinya NU juga tak lepas dari pembentukan Komite Hijaz yang diinisiasi KH Wahab Chasbullah. Komite ini memperjuangkan kepentingan ulama Nusantara di Tanah Suci dan menjadi pemicu lahirnya kesepakatan mendirikan organisasi besar bernama Nahdlatul Ulama, yang hingga kini tetap menjadi pilar penting kehidupan keagamaan dan kebangsaan Indonesia.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.