Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Gurih dan Beragam, Inilah Perjalanan Panjang Saus Kacang dalam Dapur Indonesia

Desi Rossilawati
Jumat, 18 April 2025 | 01:20 WIB
Bagikan
Gurih dan Beragam, Inilah Perjalanan Panjang Saus Kacang dalam Dapur Indonesia
VISI.NEWS | BANDUNG - Saus kacang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Indonesia. Dari gado-gado hingga pecel, sambal kacang bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi juga memainkan peran utama dalam membentuk cita rasa khas berbagai hidangan tradisional. Sejarah mencatat, kacang tanah sebagai bahan utama saus ini pertama kali dibawa ke Nusantara oleh pedagang Portugis dan Spanyol pada abad ke-16. Tanaman ini kemudian dibudidayakan luas di Jawa, terutama oleh masyarakat Tionghoa, sebagaimana tercatat dalam dokumen tahun 1855 oleh Hasskarl dan dikutip dari buku 'Katjang Tjina dalam Kuliner Nusantara' karya Ary Budiyanto. Tak seperti saus modern yang memiliki formula pasti, saus kacang Indonesia berkembang dengan variasi rasa dan tekstur yang kaya. Setiap daerah di Indonesia menciptakan versi sendiri. Saus kacang untuk pecel di Jawa Timur misalnya, dikenal pedas dan kental, sementara gado-gado Betawi cenderung manis dan creamy. Karedok dari Jawa Barat bahkan disajikan mentah dengan saus kacang segar. Racikan saus kacang biasanya terdiri dari kacang tanah yang digoreng lalu dihaluskan bersama bawang putih, cabai, gula merah, garam, serta bumbu tambahan seperti kencur atau terasi. Kekentalan saus disesuaikan dengan jumlah air yang ditambahkan secara bertahap. Tak hanya salad, saus kacang juga merambah ke hidangan lain seperti sate dan siomay. Dalam jamuan kenegaraan pun, kehadirannya tak pernah absen. Sebuah foto dokumentasi tahun 1963 menunjukkan Presiden Soekarno menyantap pecel dan sate di Istana Bogor, mempertegas posisi saus kacang sebagai bagian dari identitas kuliner bangsa. Beragamnya saus kacang mencerminkan keberagaman budaya dan rasa di Indonesia. Inovasi dan adaptasi lokal terus menjadikan sambal kacang sebagai ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.