Gunung Lewotobi Terkini, Status Masih Awas Usai Meletus Pagi, Ini 6 Imbauan bagi Masyarakat Sekitar
VISI.NEWS | NUSA TENGGARA TIMUR - Gunung Lewotobi terkini menunjukkan status masih berada di level IV atau awas, setelah meletus pada Rabu (18/12/2024) pagi.
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahu kembali meletus pada Rabu (18/12/2024) pukul 05.01 WITA.
Letusan itu menjadi kesekian kalinya sejak Gunung Lewotobi Laki-Laki terakhir dilaporkan erupsi pada Rabu (20/11/2024).
Gunung ini meletus disertai gemuruh lemah dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 300 meter di atas permukaan laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter (mm) dan durasi 1 menit 36 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Syawaludin mengungkapkan, sebelum meletus gunung sempat mengalami dua kali gempa harmonik, dua kali vulkanik dalam, dan tiga kali tektonik jauh pukul 00.00 WITA-06.00 WITA.
Pengamatan visual Gunung Lewotobi
Soal informasi Gunung Lewotobi terkini, dikutip dari dari laman Magma ESDM pada Rabu siang, status gunung tersebut kini masih berada di level IV atau awas.
Berdasarkan pengamatan visual oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi ESDM per pukul 10.18 WITA, gunung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak.
Cuaca di lokasi gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah sampai sedang ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Sementara, suhu udara sekitar 25-33 derajat Celsius dan intensitas cuarah hujan 0,66 mm per hari.
Imbauan untuk masyarakat sekitar Gunung Lewotobi
Badan Geologi mengeluarkan imbauan bagi masyarakat sekitar usai Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus pada Rabu pagi, yaitu:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral barat daya, utara, hingga timur Laut sejauh 7 km.
2. Tetap tenang dan mengikuti arahan Pemertah Daerah serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
3. Mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote.
4. Masyarakat yang terdampak hujan abu sebaiknya memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau.
6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Guning Lewotobi Laki-laki. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!