Gubernur Dedi Mulyadi Siap Tancap Gas Bangun Ekonomi Jawa Barat
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 7 April 2025 | 16:09 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Melalui unggahan di media sosialnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung tancap gas dalam membangun kembali ekonomi. Ia membeberkan sejumlah rencana strategis, mulai dari percepatan investasi, reformasi perizinan, hingga pembangunan infrastruktur dasar. Menurutnya, Jawa Barat tidak boleh kehilangan momentum untuk bangkit dan bergerak cepat.
Salah satu fokus utama Dedi adalah percepatan investasi. Ia menegaskan bahwa proses perizinan tidak boleh rumit dan harus dipermudah demi menarik investor. “Satu, mendorong investasi agar berjalan cepat. Proses perizinannya tak boleh berliku-liku, saya buktikan hari ini saya selalu memberikan advokasi,” kata Dedi. Ia mencontohkan advokasinya dalam proses pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, yang ditargetkan menyerap hingga 18.000 tenaga kerja.
Namun, Dedi juga mengakui masih ada hambatan, terutama dalam pembebasan tanah di kawasan industri Subang yang kerap terganjal praktik percaloan. Ia berjanji akan menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat. “Itu nanti akan saya tangani dan tuntaskan dalam bulan April ini,” tegasnya, menunjukkan komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat.
Di luar investasi, Dedi juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pasca Lebaran. Mulai dari perbaikan jalan, pembangunan sekolah, jaringan listrik untuk warga miskin, hingga rumah layak huni. Ia memperkirakan kebutuhan dana mencapai lebih dari Rp5 triliun. “Pembangunan itu akan membuka lebih banyak lapangan kerja, terutama di sektor informal,” ujarnya.
Dalam hal ketenagakerjaan, Dedi mendorong sistem lamaran kerja berbasis online untuk menghapus antrean fisik. Ia ingin perusahaan bisa langsung mengakses data pelamar, dan yang lolos baru mengurus persyaratan. “Semua akan berjalan rapi,” katanya. Hal ini sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai proyek.
Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kondusif bagi dunia usaha. Gubernur Dedi menyatakan akan menindak gangguan dari oknum aparat, ormas, maupun preman yang kerap menjadi penghambat investasi. Ia juga menjanjikan berbagai insentif bagi investor, karena menurutnya, mereka adalah pencipta lapangan kerja yang nyata.
Dedi, yang baru dilantik pada 20 Februari 2025, telah memotong anggaran belanja hingga Rp6 triliun sehari setelah pelantikan. Dana tersebut dialihkan untuk pembangunan ruang kelas SMA, yang naik dari Rp60 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Ini menjadi bukti awal komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi melalui pendidikan.
Gubernur juga tidak melupakan sektor pertanian. Ia ingin Bulog membeli gabah langsung dari petani dengan harga Rp900 ribu per kuintal. Selain itu, pembangunan gudang berstandar akan dipercepat untuk menjaga kualitas hasil panen. Usaha ini bertujuan agar petani mendapat keuntungan lebih layak dan sektor agraria makin kuat.
Tak hanya itu, dari sisi tata ruang, Dedi juga berencana menata ulang kawasan Puncak Bogor demi mencegah bencana dan mendukung pariwisata berkelanjutan. Ia mengevaluasi proyek wisata yang dianggap tidak sesuai dan menertibkan lalu lintas saat libur panjang. Dengan semua langkah cepat ini, Dedi menargetkan Jawa Barat menjadi lokomotif ekonomi nasional, sejalan dengan dukungan tokoh lokal seperti TB Nasrul Ibnu HR dan penasihat strategis seperti Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!