Global Challenges yang Terjadi Pasca Pemulihan, dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA – Sebagai langkah dalam mempersiapkan pemulihan ekonomi di tahun 2022, Loan Market (Indonesia) menggelar talk show yang dilakukan secara virtual melalui Youtube Loan Market Indonesia, Selasa.
Virtual talk show yang membawakan topik Investment Trend & Industrial Recovery ini mendiskusikan mengenai global challenges yang terjadi pasca pemulihan, dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. talk show tersebut dihadiri oleh Sari Dewi - CEO Loan Market (Indonesia) dan David Arianto selaku Principal Loan Market Project sebagai Moderator.
Selain itu hadir juga sebagai pembicara, Carolina Dina Rusdiana - Operational Director of Bank India serta Vivi Susana - Leader Loan Market Senayan yang turut memberikan insight dari sektor perbankan maupun masalah dan solusinya di lapangan.
“Salah satu tantangan yang akan dihadapi pada kuartal IV 2022 adalah ketidakpastian global yang masih menggelayuti perekonomian dunia sejauh ini. Terutama dari sisi geopolitik di kuartal IV akan membesar, belum berakhirnya perang Rusia-Ukraina membuat gejolak ekonomi juga belum mereda, ditambah dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed masih akan terus berlangsung sampai ada tanda-tanda tekanan inflasi di AS mereda. Ini mengindikasikan akan adanya peningkatan volatilitas keuangan di semester II- 2022 dan bahkan di tahun depan” ungkap Carolina Dina ketika menjelaskan kondisi perekonomian global pada saat ini, dalam rilisnya, Selasa (13/9/2022).
Namun, di tengah gejolak perekonomian tersebut, Dina menambahkan bahwa kuatnya perekonomian Indonesia yang sudah terlihat di tahun 2022 adalah bukti bahwa penanganan pandemi sangat signifikan karena pemulihan ekonomi Indonesia terbilang relatif cepat. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun mendatang akan jauh membaik.
Bangkitnya perekonomian Indonesia juga ditandai oleh pulihnya sektor-sektor komoditas yang harganya naik tinggi, seperti sektor perdagangan, properti, otomotif yang akan kembali pulih di semester dua sampai tahun depan. Bahkan, sektor properti diproyeksikan akan mengalami akselerasi pemulihan di semester dua tahun 2022.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!