GENTING: Upaya Gotong Royong untuk Masa Depan Generasi Sehat Indonesia
Pemberian nutrisi diberikan berdasarkan standar minimal, Rp15.000/hari/orang selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan/HPK.
Pemberian bantuan nutrisi dapat dilakukan secara kolektif, dengan durasi disesuaikan dengan usia anak hingga usianya mencapai 2 tahun.
Dukungan lainnya yaitu bantuan non-nutrisi meliputi: perbaikan jamban dan rumah layak huni; akses air bersih; dan edukasi pencegahan (remaja, calon pengantin) dan penanganan (edukasi ibu hamil, pengasuhan, peningkatan kapasitas ekonomi).
Kenapa sih GENTING itu penting?. Data menunjukkan bahwa satu dari lima balita di Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis, yang memengaruhi tumbuh kembang fisik dan kecerdasan anak. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan meluas hingga ke daya saing generasi muda di masa depan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji mengatakan pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat luas. GENTING memanfaatkan semangat gotong royong yang sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia.
"Pola asuh yang tepat selama 1.000 HPK adalah kunci utama. Dengan bantuan orang tua asuh, keluarga-keluarga yang berisiko tinggi terhadap stunting dapat memperoleh dukungan yang sangat dibutuhkan," lanjut Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
GENTING mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu hingga perusahaan, untuk menjadi bagian dari perubahan. Dukungan gotong royong tidak hanya membantu menurunkan angka stunting, tetapi juga mewujudkan visi Indonesia Maju pada 2045 dengan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Dengan semangat kebersamaan, GENTING diharapkan menjadi model kolaborasi nasional yang mampu mengubah kehidupan jutaan anak Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!