Gencatan Senjata Rawan, Lebanon Tuntut Israel Hentikan Serangan ke Perbatasan
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 23 Maret 2025 | 22:08 WIB
VISI.NEWS | LEBANON - Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Rajji, melakukan serangkaian pembicaraan via telepon dengan sejumlah pejabat negara-negara Arab dan Barat untuk meminta tekanan internasional terhadap Israel, menyusul meningkatnya serangan di perbatasan selatan Lebanon.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Lebanon, Rajji berbicara dengan Menlu Mesir Badr Abdelatty, Menlu Yordania Ayman Safadi, Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, serta pejabat tinggi Amerika Serikat seperti Morgan Ortagus dan Natasha Franceschi.
Langkah ini dilakukan atas koordinasi dengan Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam, sebagai upaya menahan eskalasi konflik di perbatasan selatan Lebanon. Rajji menekankan pentingnya menekan Israel untuk segera mengakhiri agresi dan mencegah situasi semakin memburuk.
Ketegangan ini meningkat setelah Israel mengklaim bahwa serangan roket dari Lebanon menghantam pemukiman di Metula, yang memicu serangan balasan dari Israel. Namun, hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan ini adalah yang pertama sejak gencatan senjata antara Lebanon dan Israel sekitar empat bulan lalu. Meski gencatan senjata telah disepakati, otoritas Lebanon mencatat lebih dari 1.100 pelanggaran oleh Israel, yang mengakibatkan 85 korban tewas dan 280 orang terluka.
Berdasarkan perjanjian sebelumnya, Israel seharusnya menarik pasukannya dari Lebanon paling lambat 26 Januari, yang kemudian diperpanjang hingga 18 Februari. Namun, hingga kini, Israel masih menempatkan pasukan militernya di lima pos perbatasan, yang semakin memicu ketegangan di wilayah tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!