Gencatan Senjata Iran-Israel Berlaku, Ketegangan Belum Surut
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 25 Juni 2025 | 21:30 WIB
VISI.NEWS | TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi mengumumkan berakhirnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang berlangsung selama 12 hari. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah IRNA, Pezeshkian menyebutkan bahwa konflik dipicu oleh tindakan provokatif dari pihak Israel.
"Hari ini, setelah perlawanan heroik bangsa kami, yang kegigihannya mencatatkan sejarah, kita menyaksikan penegakan gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari yang diawali provokasi (Israel)," ujar Pezeshkian, dikutip dari AFP, Selasa (24/6/2025).
Meski gencatan senjata diumumkan terlebih dahulu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 23 Juni 2025, pelanggaran kesepakatan terjadi di kedua pihak. Iran dan Israel saling menuduh satu sama lain melanggar perjanjian yang telah disepakati.
Iran membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa rudal yang ditembakkan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) dilakukan sebelum kesepakatan ditandatangani.
Trump dikabarkan menunjukkan kemarahannya atas insiden pelanggaran tersebut, bahkan disebut sempat memerintahkan pilot Israel untuk menghentikan serangan terhadap wilayah Iran.
Dalam konflik ini, ketiga pihak yakni AS, Israel, dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan:
- Amerika Serikat mengeklaim telah menghancurkan fasilitas nuklir utama Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan, melalui serangan udara dengan 14 bom GBU-57 MOP (Massive Ordnance Penetrator).
- Israel menyatakan keberhasilan dalam operasi Rising Lion, yang diluncurkan pada 13 Juni, dengan tujuan utama menonaktifkan situs nuklir Iran.
- Iran mengklaim telah memberikan 'hukuman' terhadap rezim Israel melalui serangan balasan ke sejumlah kota seperti Haifa, Ramat Aviv, dan Beer Sheba menggunakan rudal Haj Qassem, Sejjil, serta drone Shahed.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!