Gencatan Senjata Hamas dan Israel untuk Pembebasan Sandera Tertunda
Biden juga berbicara dengan para pemimpin Qatar dan Mesir pada hari Rabu, saat ia mendorong agar gencatan senjata “dilaksanakan sepenuhnya” dan “pada akhirnya menjamin pembebasan semua sandera.”
Keluarga di kedua belah pihak bergulat dengan ketidakjelasan mengenai bagaimana pembebasan tersebut akan dilakukan.
“Kami tidak tahu siapa yang akan keluar karena Hamas akan merilis nama mereka yang akan keluar pada hari berikutnya setiap malam,” kata Gilad Korngold, yang putra dan menantunya ditahan di Gaza bersama dua anak mereka. anak-anak dan kerabat lainnya.
Daftar tahanan Palestina yang memenuhi syarat di Israel mencakup 123 tahanan di bawah 18 tahun dan 33 wanita, di antaranya Shrouq Dwayyat, yang dihukum karena percobaan pembunuhan dalam serangan pisau pada tahun 2015.
“Saya berharap dia mau membuat kesepakatan,” kata ibunya, Sameera Dwayyat, namun menambahkan bahwa kelegaannya diimbangi oleh “rasa sakit yang luar biasa di hati saya” atas kematian anak-anak di Gaza.
Di Khan Yunis, Gaza selatan, pengungsi Palestina masih skeptis terhadap kesepakatan Israel-Hamas.
“Gencatan senjata apa yang mereka bicarakan? Kami tidak memerlukan gencatan senjata hanya agar bantuan dapat masuk. Kami ingin melakukan hal yang sama, " ujarnya.
@mpa/arabnews
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!