Gen Z: Berlomba Menjadi 'Sukses' atau Berlomba Meningkatkan Stres?
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 13 Desember 2024 | 02:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Generasi Z, yang dikenal sebagai "mahluk baru", memiliki karakter yang berbeda dari pendahulunya. Mereka cenderung menjalani kehidupan "fast living", dengan gaya hidup yang cepat dan dinamis. Namun, hal ini tidak hanya karena pilihan mereka sendiri, tetapi juga karena pengaruh struktur sosial ekosistem masyarakatnya.
Generasi Z seringkali berlomba menampilkan diri sehebat mungkin dalam pandangan orang lain, sehingga mereka menjadi "the Social Me" alih-alih "the Real Me". Mereka berlomba untuk disebut "sukses" dan berlomba lebih keras untuk "membayar harganya dan cicilannya". Namun, hal ini dapat mengarah pada stres dan penat.
Solusi untuk Generasi Z adalah melepaskan diri dari upaya untuk terus menerus menampilkan sisi "the Social Me". Mereka harus mampu menemukan jati diri dan arah hidupnya, serta tidak khawatir dengan penilaian orang lain. Dengan demikian, mereka akan semakin mampu menjalani kehidupan sesuai ritmenya sendiri, sesuai gayanya sendiri.
Fast living tidak hanya karena pilihan individu, tetapi juga karena pengaruh sosial. Maka, Generasi Z harus mampu melihat pilihan-pilihan pribadi dalam konteks sosial. Mereka harus memahami bahwa penilaian orang lain bukanlah segala-galanya, dan mereka harus mampu menemukan kesadaran diri.
Dalam akhirnya, Generasi Z harus mampu menjalani kehidupan dengan percaya diri dan tanpa khawatir dengan penilaian orang lain. Mereka harus mampu menemukan jati diri dan arah hidupnya, serta tidak khawatir dengan FOPO (fear of other people opinion). Dengan demikian, mereka akan semakin mampu menjalani kehidupan yang seimbang dan bahagia. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!