Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Gempa Susulan di Rusia Capai M 6,8, BMKG Pastikan Aman bagi Indonesia

Desi Rossilawati
Minggu, 3 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
Gempa Susulan di Rusia Capai M 6,8, BMKG Pastikan Aman bagi Indonesia
VISI.NEWS | BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa susulan bermagnitudo 6,8 yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Minggu (3/8/2025), tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa hasil pemodelan dan analisis tidak menunjukkan adanya potensi tsunami di Indonesia akibat gempa tersebut. “Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” ungkap Daryono dalam siaran pers resmi. Gempa yang terjadi pada koordinat 50,58° LU dan 157,799° BT dengan kedalaman 35 km ini tergolong sebagai gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka. Mekanisme gempa disebut sebagai jenis sesar turun (normal fault). BMKG mencatat bahwa ini merupakan gempa susulan dari gempa besar bermagnitudo 8,7 yang mengguncang kawasan sama pada Rabu (30/7/2025) lalu. “Hingga 3 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 426 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M4.0,” jelas Daryono. Sebagai catatan, gempa utama sebelumnya sempat memicu peringatan dini tsunami di 10 wilayah pesisir Indonesia bagian timur, termasuk Talaud, Halmahera Utara, Manokwari, dan Jayapura. Namun saat ini, status kewaspadaan di wilayah-wilayah tersebut telah dicabut. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.