Gempa M7,4 Guncang Kolombia Tewaskan 111 Orang, WNI Aman
Kondisi bangunan pasca Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia./visi.news/REUTERS.
VISI.NEWS - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap kondisi terkini warga negara Indonesia (WNI) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang Kolombia. Berdasarkan pemantauan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota, seluruh WNI yang berada di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman.
"KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman," kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, dikutip dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Heni menyatakan KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan para WNI. KBRI juga menyiapkan langkah-langkah darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Gempa tersebut berpusat di wilayah Chocó, sekitar 280 kilometer dari Bogota. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kolombia, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
Heni menyampaikan bahwa pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional dan membentuk Pos Komando Terpadu. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoordinasikan penanganan serta melakukan penilaian kebutuhan di wilayah yang terdampak gempa.
KBRI Bogota mengimbau seluruh WNI di Kolombia untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi melalui sumber resmi, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota.
Dalam kondisi darurat, WNI di Kolombia dapat menghubungi hotline KBRI Bogota melalui nomor +57 301 9061706.
Korban Tewas Capai 111 Orang
Korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kolombia terus bertambah. Hingga informasi tersebut disampaikan, sebanyak 111 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
"Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini," kata Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella.
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 87 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, 1.575 rumah mengalami kerusakan.
"Gempa tersebut juga menyebabkan setidaknya 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak," ujarnya.
Pemerintah Kolombia juga telah menetapkan status bencana nasional menyusul gempa tersebut. Penetapan status tersebut memungkinkan pemerintah mengerahkan sumber daya tambahan ke wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Gempa terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat. Berdasarkan laporan United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada di San José del Palmar, Departemen Chocó.
Pusat gempa tersebut berada sekitar 280 kilometer sebelah barat Bogota dengan kedalaman 107 kilometer.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!