Gelombang Protes Anti-Trump Guncang AS
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 20 April 2025 | 21:00 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Ribuan warga Amerika Serikat kembali memadati jalanan dalam aksi protes besar-besaran menolak kebijakan Presiden Donald Trump, Sabtu (19/4/2025) waktu setempat. Isu utama yang mereka soroti adalah sikap keras pemerintah terhadap imigrasi dan sains. Unjuk rasa ini berlangsung serentak di berbagai kota besar seperti New York, Washington DC, San Francisco, hingga Galveston, Texas.
Di New York, massa berkumpul di depan perpustakaan utama sambil membawa spanduk bertuliskan pesan seperti 'Tidak Ada Raja di Amerika' dan 'Tolak Tirani'. Sorakan yang paling banyak terdengar 'Jangan ada ICE, jangan ada rasa takut, imigran diterima di sini', mengkritik keras kebijakan deportasi dan peran lembaga ICE.
Tak hanya soal imigrasi, warga juga menyampaikan kekhawatiran atas pelanggaran terhadap nilai-nilai demokrasi. Di depan Gedung Putih, pengunjuk rasa menilai pemerintahan Trump mengancam supremasi hukum dan hak asasi.
Aksi ini digalang oleh jaringan bernama 50501, yang mengoordinasikan lebih dari 400 unjuk rasa di seluruh negara bagian. Mereka menyebut gerakan ini sebagai bentuk perlawanan terorganisir terhadap tindakan antidemokratis pemerintahan Trump dan para sekutunya.
Meski banyak aksi digelar dalam skala kecil, semangat warga tetap tinggi. Seperti di San Francisco, ratusan orang membentuk tulisan 'IMPEACH + REMOVE' di pantai sebagai simbol perlawanan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!