Galamedia

ED
Minggu, 17 Juli 2022 | 08:21 WIB
Bagikan
Galamedia

Koran yang dikenal dengan "koran kriminal" ini sempat mencapai tiras harian lebih 160.000 eksemplar. Koran ini menjadi "bacaan wajib" polisi di Jawa Barat. Kalau kita masuk ke polsek-polsek, koran ini pasti ada di meja Kapolsek atau para Kanit.

Saat koran ini di take over oleh PT Surya Persindo - grup perusahaan media milik Surya Paloh - visinya berubah. Kita mendapat training untuk menjadikan koran ini koran "elit". Kita mendapat paparan bagaimana tren "new journalism" yang diterapkan oleh koran The Jakarta Post maupun Bisnis Indonesia. Koran ini mau dibawa menjadi koran yang mengedepankan berita politik, ekonomi dan olah raga dengan rasa yang beda.

Di Redaktur Eksekutif duduk Panda Nababan dan Derek Manangka, dua tokoh pers nasional yang cukup dikenal. Ada juga nama Fachry Ali. Kemudian silih berganti dipimpin oleh Tjetje Padmadisastra, Ahmad Fadillah, sampai terakhir Don Bosco Selamun (sekarang Presdir Metro TV).

Di jajaran redaksi ada Alm. Alvertoeng, Alm. Martin Wiriadi, Yustinianus Ibik, Alm. Ging Ginanjar, Lea Pamungkas, Sony Parid Maulana, Herman Saputra, Idon Haryana, Haris Sumadiria, Dudhi M. Sugandhi, Alm. Setia Permana, Ikin Sodikin, Evi Ariadne Shinta Dewi, Subur Wadio, dll juga awak redaksi Gala lama yang lolos seleksi.

Kerja keras selama hampir tiga tahun untuk menjadikan "Gala Wajah Baru" diterima masyarakat, sangat sulit dilakukan. Padahal, selain orang-orang top yang duduk di awak redaksi, fasilitas yang disediakan perusahaan juga tergolong sangat mencukupi. Kantor di Jalan Braga (terakhir digunakan oleh Redaksi Radio PRFM), fasilitas kendaraan banyak dan gaji yang hampir setara dengan awak media Pikiran Rakyat. Tiras HU. Gala terus menyusut sampai angka 3.000 eksemplar/hari. Kerja keras dengan pola kerja gaya di ibu kota, ternyata tetap tidak dapat menggenjot tiras maupun penjualan iklan koran ini.

Sampai Budayawan Alm. Umar Kayam mengingatkan salah satu pimpinan HU. Gala pada saat itu: "Kamu tidak akan berhasil, selama kamu tidak memahami kultur orang Jawa Barat".

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.