Fraksi PDIP Walk Out dari Musrenbang, Buky Wibawa: Itu Hak Politik yang Tidak Perlu Dibesar-besarkan
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa, mengambil tindakan atas Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang dianggap mendiskreditkan DPRD oleh fraksi PDIP.
Buky Wibawa menyatakan jika alasan yang dipermasalahkan oleh Fraksi PDIP adalah pidato Dedi Mulyadi saat Musrenbang di Cirebon pada Rabu (7/5/2025).
Buky menjelaskan bahwa pidato Dedi Mulyadi di acara Musrenbang Cirebon kental dengan gaya khas budaya Sunda yang penuh humor dan sindiran halus atau 'sindir sampir'.
Pidato tersebut, kata dia, tidak bisa ditanggapi dengan kaku, karena gaya komunikasi Dedi memang dikenal santai dan penuh humor.
“Saya hadir langsung dalam acara Musrenbang itu. Tidak ada yang luar biasa, suasananya cair dan penuh canda. Pidato beliau tidak mengandung unsur serius yang menyinggung lembaga,” ujar Buky dikutip dalam keterangannya, Senin (19/5/2025).
Buky menyayangkan sikap Fraksi PDIP yang justru tidak menghadiri langsung acara tersebut.
Buky menduga informasi yang diterima fraksi PDIP berasal dari media sosial, bukan dari pengalaman langsung di lapangan.
Dalam pidato tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menyinggung soal urgensi penanganan banjir dan sampah yang menurutnya tidak perlu dibahas panjang lebar saat kondisi darurat.
Buky juga menyebut gedung DPRD sebagai bangunan peninggalan Belanda yang dulu dibangun tanpa perlu persetujuan DPR. Pernyataan ini dinilai sebagai bagian dari sindiran ringan, bukan bentuk penghinaan.
“Kalau kita pahami konteksnya, itu bentuk refleksi agar kita sebagai legislatif bisa lebih sigap dan kuat dalam pengawasan. Tapi disampaikannya dengan gaya khas Sunda, bukan menghina," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!