IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

FPRB Kabupaten Bandung Gelar Musda III, Bupati Dadang Supriatna: Harus Selaras dan Sinergi Dengan BPBD

Desi Rossilawati
Selasa, 10 Desember 2024 | 10:05 WIB
Bagikan
FPRB Kabupaten Bandung Gelar Musda III, Bupati Dadang Supriatna: Harus Selaras dan Sinergi Dengan BPBD

Melalui FPRB ini, orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap semua komponen yang bergerak dalam rangka penanganan bencana di Kabupaten Bandung bisa teratasi secara cepat.

Lebih lanjut Kang DS menyebutkan bahwa Kabupaten Bandung masuk daerah rawan bencana, dan di antaranya di 17 dari 31 kecamatan yang jadi titik lokus daerah rawan bencana.

"Maka FPRB ini harus berada di 17 kecamatan minimal atau di 31 kecamatan untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Bandung" lanjutnya.

"Mungkin nanti ada pelatihan-pelatihan, apabila terjadi gempa bumi, di mana titik lokus dan segala macamnya, ini kita lakukan," katanya.

Melalui program-program FPRB setelah dilaksanakan Musda III, Kang DS mengatakan siapapun nanti yang terpilih jadi Ketua FPRB Kabupaten Bandung dan nanti audiensi dengan dirinya.

"Nanti kita dorong untuk bisa membuat rakerda atau rapat kerja daerah untuk FPRB Kabupaten Bandung. Dan kita putuskan, kaitan dengan anggaran kita akan support sepanjang itu bisa berdampak positif untuk warga Kabupaten Bandung," tuturnya

Bupati Bandung juga melihat para peserta Musda III FPRB Kabupaten Bandung ini sudah paham tentang situasi dan lokasi di wilayah Kabupaten Bandung.

"Sehingga saya optimis dengan kepemimpinan kedepan bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung," katanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.