Forkopimda Kabupaten Bandung Gelar Rakor Jelang Natal dan Tahun Baru
VISI. NEWS | BANDUNG - Forkopimda Kabupaten Bandung melaksanakan rapat koordinasi (rakor) jelang Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru (Nataru) 2023 tingkat Kabupaten Bandung di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (14/12/22).
Rakor yang dihadiri 300 orang tersebut dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BaKesbangpol) Kabupaten Bandung.
Pada rakor tersebut, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat DR. Erick Juriara Ekananta yang didampingi oleh Ka. BaKesbangpol Adjat Sudradjat, Kabid Kewaspadaan Daerah dan Kerjasama Intelijen Kesbangpol Kab. Bandung Aam Rahmat. Selain itu dihadiri Kabag Ops Polresta Bandung Kompol Gandi Jukardi, dan Mayor Inf. Suwoto mewakili Kodim 0264/Kab. Bandung, Kepala Pengadilan Negeri Bale Bandung Ahmad Satibi, Kemenag Kab. Bandung H. Abdurahim, Kepala Intel Lanud Sulaiman Mayor Dwi Abrianto, Kepala FKUB Kab. Bandung H. Eri Ridwan Latif, perwakilan Gereja Katolik Martinus Kab. Bandung Giarto, dan Kasatpol Pamong Praja Kab. Bandung Ir Kawaludin.
Dalam Sambutan yang dibacakan Erick Juriara Ekananta, Bupati Bandung berharap, dengan dilaksanakannya rakor ini, semua pihak yang hadir bisa menguatkan komitmen untuk merapatkan barisan, mengantisipasi dan mengidentifikasi kemungkinan dan potensi ancaman yang akan terjadi.
"Lebih penting lagi mengidentifikasi ancaman yang akan terjadi, mengidentifikasi terkait isu yang sedang berkembang. Termasuk isu radikalisme, terlebih menjelang Perayaan Natal 2022 dan Libur Tahun Baru 2023. Juga antisipasi kejadian bencana alam saat ini," ungkap Erik.
Menurut Erick, rakor ini merupakan bentuk ikhtiar Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forkopimda, Forkopimcam, dan unsur lainnya untuk melindungi masyarakat demi tetap terjaganya keamanan, kenyamanan dan ketertiban umum. Menurut Erick, ancaman bisa terjadi karena dua hal, yakni alam dan manusia.
"Gangguan alam menyebabkan bencana, kemudian korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang diderita oleh masyarakat. Sedangkan gangguan dari manusia, dapat berupa kejahatan/kriminalitas, penyebaran paham radikalisme dan terorisme, pandemi dan lainnya," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!