FAO: Indonesia Kehilangan 26 Juta Ton Ikan per Tahun Akibat Penangkapan Ilegal
VISI.NEWS | JAKARTA - Indonesia menghadapi persoalan lingkungan yang serius, mulai dari deforestasi hingga pengelolaan sumber daya alam yang kurang optimal.
Seperti kehilangan hingga 26 juta ton ikan setiap tahun akibat praktik penangkapan ilegal di berbagai daerah.
Selain itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat, deforestasi di Indonesia mencapai lebih dari 1.000 km persegi, hampir setara dengan dua kali luas Kota Jakarta.
Environmental Performance Index (EPI) 2024 bahkan menempatkan Indonesia di peringkat ke-162 dari 180 negara, dengan skor hanya 33,8 dari 100.
"Di Asia Tenggara, kita tertinggal dari negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia. Untuk menghadapi tantangan ini, investasi berdampak dibutuhkan," ujar Fikri Syaryadi, pegiat dan investor berdampak dalam rilisnya, Selasa (7/1/2024).
Fikri menjelaskan, investasi berdampak merupakan pendekatan unik yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap isu-isu kritis di sektor sosial dan lingkungan.
Sebenarnya, pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mendorong praktik bisnis berkelanjutan melalui kebijakan dan insentif.
Data Australian Agency for International Development (AusAID)menunjukkan bahwa antara 2020-2022, 131 rancangan undang-undang (RUU) yang disahkan berhasil menarik investasi sebesar 1,5 miliar dollar AS atau Rp 23,08 triliun triliun, menciptakan peluang usaha baru serta solusi untuk masalah sosial dan lingkungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!