Fakta Gempa M 6,8 yang Menghancurkan Maroko
VISI.NEWS | MAROKO - Gempa bumi berkekuatan 6,8 Magnitudo mengguncang Maroko pada pukul 23.11 waktu setempat, Jumat (8/9/2023) lalu. Banyak korban tewas dan luka yang diakibatkan gempa tersebut.
Jumlah Korban Jiwa terus Bertambah
Sampai hari ini, Senin (11/9/2023), gempa tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.122 nyawa dan 2.421 lainnya mengalami luka. Gempa mematikan yang terjadi di 72 km barat daya Marrakesh, Maroko ini masih diwaspadai akan terjadi susulan. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban-korban yang hilang. Jumlah korban jiwa juga diperkirakan akan terus bertambah. Sedangkan korban selamat telah dievakuasi dan masih harus waspada untuk berjaga-jaga akan adanya gempa susulan.
Tantangan dalam Proses Pencarian
Tim pencarian dan penyelamatan menghadapi tantangan saat melakukan pencarian korban. Mereka harus menghadapi daerah-daerah terpencil, seperti di sebuah pegunungan terjal, High Atlas, yang terdapat banyak rumah hancur. Reruntuhan tebing menghalangi jalan penghubung kota dan pegunungan. Sehingga sulit untuk menjangkau daerah tersebut.
Beberapa warga yang selamat juga membantu pencarian dengan tangan kosong, bahkan salah satu dari mereka berhasil melakukan penyelamatan terhadap tetangganya, Fatna Bechar dilancir dari KompasTV. “Saya diselamatkan oleh tetangga saya yang membersihkan puing-puing dengan tanga kosong. Sekarang saya tinggal dengan mereka karena rumah saya hancur total,” ujarnya.
Bantuan Berdatangan dari Negara Sahabat
Bantuan pun terus berdatangan, namun meski demikian masih terdapat beberapa warga yang mengeluhkan bantuan. Banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan.
Beberapa warga mengeluhkan kekurangan air bersih, makanan, listrik, dan tempat tinggal. Seperti yang dikatakan salah satu warga, Yassin Noumghar, “kami kehilangan segalanya, kami kehilangan seluruh rumah kami. Kami hanya ingin pemerintah membantu kami”.
Namun tidak lama dari itu, pemerintah mengirimkan bantuan makanan dan bantuan tentara Maroko untuk mendirikan tempat tinggal dari tenda.
Di lain sisi pemerintah Maroko telah menerima tawaran bantuan dari empat negara di antaranya, Inggris, Spanyol, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan. Saat ini pencarian lebih terbantu dengan adanya bantuan dari negara lain yang dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak.
Merupakan Gempa Terdahsyat dalam Enam Dekade Terakhir
Gempa tersebut merupakan gempa dahsyat dengan kekuatan terkuat setelah yang pernah terjadi pada tahun 1960 di kota Agadir dengan jumlah korban mencapai 12.000 jiwa. Maroko merupakan negara yang jarang mengalami gempa bumi dan bukan negara yang rawan gempa bumi. Warga di sana tidak mengantisipasi akan adanya bencana sedahsyat ini. Sehingga bangunan di Maroko yang hanya terbuat dari bata lumpur dan kayu tidak dapat menahan guncangan dan mengakibatkan banyaknya korban jiwa saat gempa Jumat lalu.
@wasti marentha sihombing
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!