Elon Musk Dikabarkan Akan Dirikan Partai Politik Baru di Amerika, Benarkah?
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 6 Juli 2025 | 16:10 WIB
VISI.NEWS | WASHINGTON, D.C.– Elon Musk, miliarder teknologi dan CEO Tesla serta SpaceX, kembali mengguncang dunia politik Amerika Serikat. Setelah beberapa kali menunjukkan ketidakpuasan terhadap sistem politik dua partai (Demokrat dan Republik), Musk kini dikabarkan tengah mempersiapkan pembentukan partai politik baru yang akan ia sebut sebagai 'Partai Amerika'.
Informasi ini pertama kali mencuat dari sumber internal di lingkaran dekat Musk yang tak ingin disebutkan namanya. Menurut laporan tersebut, partai ini akan mengusung prinsip-prinsip 'America First' dengan pendekatan teknologi, kebebasan individu, dan kemandirian ekonomi sebagai pilar utamanya.
Kritik Terhadap Partai Lama
Selama beberapa tahun terakhir, Elon Musk secara terbuka mengkritik baik Partai Demokrat maupun Republik. Ia menilai bahwa keduanya terlalu tersandera kepentingan elit politik, tidak berpihak pada masyarakat produktif, dan gagal mengimbangi kemajuan teknologi dengan regulasi yang progresif. "Rakyat Amerika butuh suara baru. Suara yang bebas dari belenggu partai lama, suara yang mendukung inovasi dan kebebasan berbicara," kata Musk dalam salah satu unggahan di platform miliknya, X (sebelumnya Twitter), beberapa waktu yang lalu.Potensi Dampak Politik
Jika benar-benar didirikan, partai ini bisa mengguncang konstelasi politik AS, terutama menjelang Pemilu Presiden 2028. Beberapa pengamat politik menyebut bahwa Musk memiliki basis pengikut loyal dari kalangan muda, profesional teknologi, serta kelas menengah yang skeptis terhadap status quo. “Dengan modal finansial yang besar, pengaruh media sosial, dan daya tarik personal, Elon Musk bisa menjadi ancaman serius bagi kedua partai besar,” kata Prof. Angela Torres, pakar politik dari Georgetown University. Namun, tantangan juga tidak kecil. Sistem dua partai di Amerika telah begitu mengakar, dan partai baru seringkali kesulitan memperoleh pengaruh signifikan di tingkat nasional. Kabar yang mengguncang publik ini juga disampaikan Musk, dilaman X pribadinya. "Independence Day is the perfect time to ask if you want independence from the two-party (some would say uniparty) system! Should we create the America Party?," ucap Musk, Minggu (6/7/2025). (Hari Kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk bertanya apakah Anda menginginkan kemerdekaan dari sistem dua partai (ada yang menyebutnya sistem satu partai)! Haruskah kita membentuk Partai Amerika?) "By a factor of 2 to 1, you want a new political party and you shall have it! When it comes to bankrupting our country with waste & graft, we live in a one-party system, not a democracy. Today, the America Party is formed to give you back your freedom," cuitnya. (Dengan faktor 2 banding 1, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya! Ketika menyangkut kebangkrutan negara kita dengan pemborosan & korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi. Hari ini, Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda). Jika Musk benar-benar meluncurkan partai politik sendiri, ini akan menjadi babak baru dalam keterlibatannya di ranah publik Amerika. Bukan hanya sebagai pengusaha visioner, tapi juga sebagai aktor politik yang siap menantang sistem mapan demi “masa depan Amerika” versi dirinya. @gvrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!